banner 728x250
Berita  

JERITAN SUNGAI LANGSAT: Diambang Kematian Akibat PETI, Warga Desak Aparat Bertindak!

banner 120x600
banner 468x60

KUANTAN SINGINGI – Mediamutiara.com Sungai Langsat di Desa Muara Langsat, Kecamatan Sentajo Raya, kini berada dalam kondisi kritis. Urat nadi kehidupan masyarakat tersebut diduga kuat mengalami kehancuran ekologis yang masif akibat menjamurnya aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI).
Berdasarkan pantauan langsung dan dokumentasi warga pada Sabtu (19/7/2026), sejumlah mesin dompeng raksasa terpantau masih bebas beroperasi, mengoyak aliran dan meratakan bantaran Sungai Langsat. Aktivitas ilegal ini telah mengubah wajah sungai secara drastis: air berubah menjadi kubangan lumpur pekat, sedimentasi ekstrem memicu pendangkalan, dan struktur alami bantaran sungai hancur total.
Bagi masyarakat setempat, ini bukan lagi sekadar isu lingkungan biasa, melainkan ancaman nyata bagi masa depan ruang hidup mereka.
“Air sungai ini dulunya adalah sumber kehidupan kami. Sekarang? Keruh, penuh endapan, dan rusak. Kami tidak hanya memikirkan hari ini, tapi kami sangat mengkhawatirkan nasib anak cucu kami ke depan,” ungkap salah seorang warga dengan nada getir.
Gurita Bisnis Ilegal: Lahan Warga Disewakan Ratusan Juta
Kerusakan lingkungan ini diduga kuat disokong oleh lingkaran bisnis terstruktur. Informasi yang dihimpun dari warga membeberkan fakta miris: sejumlah lahan perkebunan masyarakat disinyalir sengaja disewakan kepada para cukong PETI. Nilai kontraknya pun fantastis, disebut-sebut mencapai ratusan juta rupiah per hektar.
Praktik transaksional ini dinilai warga sebagai bentuk keserakahan yang egois—memberikan kekayaan instan bagi sebagian gelintir orang, namun menyisakan bencana ekologis berkepanjangan bagi masyarakat luas.
Potret Kehancuran Ekologis Sungai Langsat
Dampak nyata yang kini langsung dirasakan masyarakat di antaranya:
Pendangkalan Ekstrem: Aliran sungai menyempit dan mendangkal akibat timbunan material sisa penyaringan emas.
Krisis Air Bersih: Kualitas air menurun drastis, memutus akses warga terhadap air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Bantaran Sungai Luluh Lantak: Galian alat berat dan mesin dompeng meninggalkan lubang-lubang raksasa yang merusak topografi desa.
Ancaman Kebencanaan: Risiko banjir bandang meningkat tajam seiring hilangnya kemampuan sungai dalam menampung dan mengalirkan air.
Maklumat Warga: 3 Tuntutan Harga Mati untuk Aparat dan Pemkab
Melihat kondisi yang kian mencekam, masyarakat Muara Langsat mendesak aparat penegak hukum (APH), Pemerintah Kecamatan Sentajo Raya, Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi, hingga Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk segera turun ke lapangan dan melakukan tindakan represif.
Masyarakat dengan tegas menuntut tiga hal:
Hentikan Tanpa Kompromi: Segala bentuk aktivitas PETI di kawasan Sungai Langsat harus disetop total saat ini juga.
Sita dan Pidanakan: Aparat harus berani menyita seluruh peralatan tambang ilegal dan menyeret para aktor intelektual/cukong ke ranah hukum.
Tanggung Jawab Pemulihan: Pihak-pihak yang terbukti merusak wajib mendanai dan melakukan rehabilitasi serta reklamasi total terhadap ekosistem Sungai Langsat.
Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi resmi kepada pihak kepolisian setempat dan instansi terkait guna mendapatkan kejelasan langkah hukum yang akan diambil. (Boby TB)

banner 325x300