banner 728x250

Keruhnya Sungai Kuantan Jelang Pacu Jalur, Diki Syahputra Minta Pemkab Kuansing Tak Kambing hitamkan Sawahlunto

banner 120x600
banner 468x60

TELUK KUANTAN — Mediamutiara.com Menjelang pembukaan perhelatan budaya nasional Pacu Jalur di Tepian Narosa, Teluk Kuantan, kondisi air Sungai Kuantan yang masih tampak keruh menjadi sorotan. Tokoh masyarakat, Diki Syahputra, mengkritik sikap Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Pemkab Kuansing) yang dinilai cenderung menyalahkan daerah tetangga atas masalah tersebut.
Diki menyayangkan narasi Plt. Bupati Kuansing yang terkesan menyudutkan daerah di Sumatera Barat, seperti Kota Sawahlunto dan Kabupaten Sijunjung. Menurutnya, tuduhan bahwa daerah tetangga “tidak serius” menjaga aliran sungai adalah langkah yang tidak tepat.
“Sebaiknya Plt. Bupati jangan mengkambinghitamkan Sawahlunto dan daerah lainnya di Sumbar atas keruhnya air Sungai Kuantan. Narasi yang menyebutkan ‘kita habis-habisan, Sumbar tidak serius’ itu keliru. Seharusnya, jauh-jauh hari Pemkab Kuansing sudah berkoordinasi secara aktif dengan Pemkab Sijunjung maupun Pemkot Sawahlunto agar aliran sungai benar-benar jernih sebelum agenda nasional ini dimulai,” ujar Diki.
Lebih lanjut, Diki menegaskan bahwa Sawahlunto telah lama melakukan penertiban terhadap aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI). Aparat Penegak Hukum (APH) setempat, kata dia, telah menindak tegas kegiatan tambang ilegal sejak tahun lalu hingga awal tahun ini.
“Jikapun masih ada aktivitas warga, saya rasa itu tidak berada di aliran utama Sungai Batang Kuantan, sehingga tidak memberikan dampak langsung terhadap kekeruhan air menjelang Pacu Jalur Event Nasional ini,” pungkas Diki.
Ia berharap Pemkab Kuansing lebih fokus membangun komunikasi lintas daerah dan mencari solusi nyata ketimbang melempar retorika yang berpotensi merenggangkan hubungan antarwilayah tetangga.(***)

banner 325x300