DAIRI – Mediamutiara.com Proyek pemeliharaan jalan di Perumahan Lae Mbulan, Kelurahan Panji Dabutar, Kecamatan Sitinjo, Kabupaten Dairi, menjadi sorotan tajam setelah kualitas pengerjaannya dinilai gagal total. Betapa tidak, jalan yang baru selesai diaspal tersebut sudah menunjukkan kerusakan parah — berlubang, bergelombang, dan aspal terkelupas — padahal baru rampung dikerjakan selama tiga hari.
Kualitas Diragukan, Aspal Sudah Hancur
Pemeliharaan jalan jurusan Lae Mbulan–Lae Gorat Link. 105 ini didanai oleh P.APBD Kabupaten Dairi Tahun 2025 dengan pagu anggaran mencapai Rp179.460.00. Namun, pantauan di lokasi pada Sabtu (20/12/2025) mengungkapkan kondisi yang memprihatinkan.
Sejumlah titik jalan yang baru dilapisi aspal sudah mulai hancur. Kerusakan meliputi aspal yang terkelupas, permukaan yang bergelombang dan tidak rata, hingga terbentuknya lubang-lubang yang kini menjadi genangan air. Kondisi ini memicu dugaan kuat bahwa pengerjaan proyek oleh kontraktor, CV. HELN, dilakukan tanpa mengindahkan mutu dan spesifikasi teknis.
Kekecewaan Warga dan Tudingan Pengawasan Lemah
Kekecewaan mendalam diungkapkan oleh warga setempat. Juniker Berutu, salah seorang warga Perumahan Lae Mbulan, secara terbuka menduga proyek tersebut dikerjakan secara asal-asalan.
“Hanya dalam hitungan hari, jalan ini sudah rusak dengan kondisi aspal terkelupas dan berlubang di sana-sini. Kami menduga pekerjaan ini tidak sesuai dengan spesifikasi teknis,” tegas Juniker Berutu kepada awak media, Sabtu (20/12/2025).
Senada dengan Juniker, warga lainnya, Bintang Sirait, mengaku sangat kecewa dengan hasil perbaikan periodik tersebut. Ia menyoroti kondisi fisik jalan yang sangat memprihatinkan dan mengkhawatirkan kerusakan parah akan terjadi dalam waktu singkat.
“Ketebalan aspalnya sangat tipis dan kekuatan rekatan aspalnya diragukan. Kami juga meragukan bahwa pengaspalan dilakukan di tengah musim hujan di Dairi, yang bisa menyebabkan konstruksi aspal lembek dan mudah bergelombang, ini membahayakan pengendara,” ujar Sirait.
Buruknya kualitas proyek ini, menurut warga, tidak terlepas dari lemahnya pengawasan dari pihak Pemerintah Kabupaten Dairi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, termasuk konsultan pengawas proyek.
Tuntutan Perbaikan Dalam Masa Pemeliharaan
Meskipun demikian, warga berharap pihak pelaksana, CV. HELN, segera bertanggung jawab dan memperbaiki kembali jalan yang rusak tersebut. Pasalnya, proyek ini masih berada dalam tahap pemeliharaan, sesuai papan informasi proyek yang menetapkan masa pelaksanaan hingga Desember ini.(LTH)
Beranda
Berita
Baru Tiga Hari Diresmikan, Proyek Jalan Lae Mbulan Dairi Amburadul: Warga Tuding Pelaksanaan "Asal Jadi"
Baru Tiga Hari Diresmikan, Proyek Jalan Lae Mbulan Dairi Amburadul: Warga Tuding Pelaksanaan “Asal Jadi”
























