Dairi — Mediamutiara.com Proyek pengaspalan yang berada di Lae meang II- Lae pinang kecamatan sidikalang kabupaten Dairi asal-asalan, tidak rata, dan ada pun papan anggaran yang bernilai RP149.520.000 yang dikerjakan oleh CV.CHARLY dan ada item pekerjaan tidak sesuai dengan spesifikasi, menurut tim investigasi dilapangan yang bersumber dari P. APBD kabupaten Dairi
Hasil pengaspalan baru dua Minggu sudah hancur ada bergelombang dan tidak rata menimbulkan dugaan bahwa pengerjaan pengaspalan dilakukan asal-asalan.
Ketika awak media surfai ke lokasi dan kompirmasi dengan salah satu warga yang berinisial Siregar menyampaikan kekecewaannya terhadap pengaspalan tersebut, ucapnya
Begitu kecewanya melihat hasil pekerjaan pengaspalannya tidak sesuai dengan harapan warga, ucapnya
Hasil pekerjaan aspal tersebut ada yang bergelombang dan berpori-pori tidak rata sehingga mudah dicongkel dengan jari tangan dan tingginya pun juga tidak merata bahkan ada yang 1 cm ini sangat di sayangkan dengan hasil pekerjaan yang kurang bagus dan kurang maksimal,
Pengaspalan yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang ada, padahal ini menggunakan uang Negara dan uang rakyat juga ini telah merugikan uang Negara,
Di samping itu awak media tidak menemukan papan kegiatannya, pengaspalan tersebut bahannya juga tidak berkualitas yang akan mempengaruhi hasil pengaspalan tersebut tidak tahan lama dan sehingga dipermukaan jalan tidak rata dan kasar,
Kami sangat kecewa dengan Pemerintah Desa dan pihak yang mengerjakan proyek ini. Masyarakat yang sangat kecewa,
Pengaspalan tersebut Yang dikerjakan oleh CV.CHARLY mengejar keuntungan tanpa memikirkan penguna jalan ( masyarakat )
Bapak siregarpun menyatakan bahwa proyek pengaspalan yang tidak sesuai dengan standar dan tidak berkualitas,
Dengan kondisi jalan yang bergelombang dan tidak merata membuat warga sangat kecewa menimbulkan kecurigaan terhadap pemborong nya meraih keuntungan lebih besar lagi
Ketika awak media mencoba mengonfirmasi dengan pemilik CV.melalui telepon seluler bahkan tidak ada jawaban bahkan tidak aktif.
Kekecewaan masyarakat semakin mendalam karena awalnya mereka berharap jalan yang belum diaspal dapat dengan baik. Namun, mutu dan kualitasnya pengaspalan yang rendah justru membuat jalan tersebut kembali akan cepat rusak dalam waktu singkat. Masyarakat berharap pihak berwajib dan pemkab kabupaten Dairi segera menindaklanjuti dugaan adanya korupsi dalam pengerjaan proyek ini.
“Kami minta pihak berwenang segera menyelidiki karena ini uang rakyat yang digunakan,” tegas salah satu warga.
Kasus ini menjadi contoh nyata perlunya transparansi dan akuntabilitas dalam setiap proyek yang menggunakan dana P.APBD Pemerintah dan pihak terkait diharapkan segera memberikan klarifikasi dan mengambil langkah tegas untuk menyelesaikan permasalahan ini demi kepentingan masyarakat.
PAK SIREGAR juga berharap pihak PUTR, dan Infestorat segera turun kelokasi untuk mengecek hasil pekerjaan pengaspalan tersebut .
(LTH)
























