DAIRI – Mediamutiara.com Praktik “Ekosida” (pembunuhan lingkungan) yang terorganisir dan brutal kini terang-terangan melanda jantung kawasan konservasi Dairi. Hutan Lindung di Dusun Lae Napinagar, Desa Perjuangan, Kecamatan Sumbul Pegagan, kini hanya tinggal puing-puing gundul yang memilukan.
Laporan terbaru menunjukkan bahwa pembalakan liar (illegal logging) di lokasi ini bukan lagi sekadar kejahatan sporadis, melainkan operasi terstruktur yang diduga kuat dibekingi oleh Oknum Aparat Penegak Hukum (APH).
Aktor utama di balik kehancuran ini, diidentifikasi sebagai L.N., dikenal sebagai “Bos Mafia Illegal Logging” lokal yang bergerak nyaris tanpa hambatan. Sumber anonim dari masyarakat setempat memberikan kesaksian yang mengejutkan:
“Kami sudah takut. Pembabatan di sini sudah seperti perintah resmi. Ini bukan lagi soal kayu, tapi penguasaan lahan secara ilegal. L.N. ini punya ‘kartu sakti’ karena ada dugaan ‘main mata’ dengan oknum APH. Mereka membiarkan, bahkan melindungi kejahatan ini,” 10/01/2026 ungkap seorang warga dengan nada ketakutan.
Mata tajam sorotan publik kini mengarah pada UPT KPH Kabanjahe. Lembaga yang seharusnya menjadi garda terdepan perlindungan hutan ini diduga “lumpuh” atau sengaja “menutup mata” atas tragedi yang terjadi di wilayah operasinya. Kebebasan luar biasa yang dinikmati L.N. menimbulkan pertanyaan krusial: Seberapa dalam jaringan mafia ini merasuk ke dalam struktur pengawasan.
Modus operandi kejahatan ini sangat licik dan merusak:
Pembalakan Liar: Kayu-kayu bernilai tinggi dijarah habis-habisan.
Perusakan Lahan: Hutan yang asri diubah menjadi lahan kering.
Pembakaran: Pada musim kemarau, sisa-sisa hutan dibakar untuk menghilangkan jejak.
Penyerobotan: Lahan gundul yang baru dibakar lantas diubah ilegal menjadi kebun sebuah perampasan aset negara yang terang-terangan.
Puncaknya, situasinya semakin parah dengan adanya indikasi bahwa L.N. diduga terlibat dalam praktik JUAL BELI LAHAN ILEGAL dari kawasan hutan lindung yang sudah digunduli. Ini mengubah kejahatan dari sekadar pencurian kayu menjadi pencucian aset negara yang dilakukan di bawah hidung penegak hukum.
“Negara tidak boleh kalah dari kejahatan,” tegas tim wartawan yang melakukan penelusuran. “Aksi ini adalah bukti nyata kegagalan pengawasan. Kami menuntut KAPOLDA SUMUT turun tangan langsung, bongkar sindikat ini hingga ke akar-akarnya, dan seret oknum APH yang berkhianat”(LTH)
























