SIDIKALANG –Mediamutiara.Com Tekanan memuncak! Ketua Laskar Merah Putih (LMP), Carles Pasaribu melontarkan peringatan keras nan pedas kepada DPRD Kabupaten Dairi agar segera bertindak. Jangan lagi bersembunyi di balik alasan birokrasi, karena rakyat sudah tidak bisa dibutakan lagi.
“DPRD Dairi harus tegas berdiri di barisan depan membasmi narkoba! Jangan berdalih soal efisiensi anggaran atau alasan teknis lainnya. Ingat baik-baik, KAMI TAU APA YANG ADA DI DALAM LACI MEJA ANDA! Rakyat tidak bisa terus dibohongi dan dipermainkan!” teriak Carles dengan nada membara.
Lebih jauh, Carles juga menyoroti kasus memilukan yang terjadi di Lau Gunung, yakni meninggalnya Petrus Berasa yang sarat dengan dugaan kejanggalan. Menurutnya, ada pola yang terlihat sangat mencurigakan dan terkesan terstruktur sistematis.
“Kasus kematian Petrus Berasa di Lau Gunung itu tidak biasa! Ada bau busuk yang harus diusap tuntas. Kami mengajak dan menekan DPRD Dairi untuk tidak pura-pura buta dan tuli. Jika anda diam, berarti anda turut bertanggung jawab!” tegasnya.
Carles menegaskan, eksistensi LMP adalah benteng pertahanan rakyat. “Jika wakil rakyat tidak bersuara, jangan salahkan kami jika nanti rakyat yang akan memaksa anda bicara! Posisi itu ada karena mandat rakyat, bukan untuk kemewahan pribadi!”
Di tempat yang sama, Charl S Pasaribu bersama jajaran LMP Sumut juga meluapkan kemarahannya melihat maraknya peredaran barang haram yang kini mengancam nyawa generasi muda Dairi.
“Rasa takut melapor adalah kesalahan fatal! Banyak yang diam karena takut diintimidasi sindikat, atau merasa itu urusan orang lain. PERSPEKTIF ITU SALAH BESAR!”
“Narkoba bukan lagi masalah pribadi, ini adalah musuh negara yang sedang mencabik nyawa anak bangsa! Diam sama saja dengan menjadi kaki tangan bandar! Jangan biarkan masa depan Dairi hancur karena zat mematikan ini!” sorotnya keras.
LMP mendesak Pemerintah dan Aparat Penegak Hukum (APH) khususnya Polres Dairi untuk bekerja sungguh-sungguh tanpa kompromi:
1. Sosialisasi Masif: Turun langsung ke desa-desa dan sekolah dengan tenaga ahli, jangan hanya seremoni.
2. Tindakan Tanpa Ampun: “CUKUP SUDAH BUDAYA TANGKAP LEPAS! STOP JADIKAN REHABILITASI SEBAGAI JALAN PINTAS UNTUK MEMBEBASKAN PELAKU!”
3. Hukum Harus Berat: Berikan efek jera yang nyata. Hukum harus berbicara adil, bukan berbelit-belit demi kepentingan tertentu.
“Keadilan harus ditegakkan! Tidak ada ruang untuk main-main! Jika anda abai, rakyat yang akan mengambil alih suara!” pungkasnya penuh penekanan.
(LTH)
























