banner 728x250
Berita  

Sungai Kuantan “Sekarat” Rakit PETI Kembali Menjamur di Pulau Busuk, Polisi Diminta Bertindak Tegas

banner 120x600
banner 468x60

KUANTAN SINGINGI –Mediamutiara.com Deru mesin penambang emas ilegal kembali memecah ketenangan aliran Sungai Batang Kuantan. Meski dilarang keras oleh negara, aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) dilaporkan kembali menjamur di Desa Pulau Busuk, Kecamatan Inuman, Kabupaten Kuansing.
Pantauan tim media di lapangan menunjukkan pemandangan yang memprihatinkan: rakit-rakit PETI beroperasi bebas seolah kebal hukum, menantang langsung Undang-Undang Minerba yang berlaku.
“Habis Sungai Kami, Pak…”
Keresahan warga kian memuncak. Seorang narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan kepedihan hatinya melihat kondisi sungai kebanggaan mereka saat ini.
“Habis sungai Kuantan ini kalau dibiarkan rakit-rakit PETI itu terus beroperasi, Pak. Kami hanya bisa menonton lingkungan kami dirusak pelan-pelan,” tuturnya dengan nada getir pada Rabu (22/04/2026).
Lingkungan dalam Pertaruhan
Bukan sekadar masalah izin, aktivitas ilegal ini membawa ancaman nyata bagi masa depan Inuman.
Air yang Keruh & Beracun, Penggunaan merkuri mengancam kesehatan masyarakat yang masih bergantung pada air sungai.
Pengikisan dinding sungai akibat penyedotan pasir secara liar dapat merusak lahan warga di pinggiran sungai.
Tantangan bagi Hukum, Keberanian para pelaku beroperasi secara terang-terangan menjadi tamparan bagi penegakan hukum di wilayah tersebut.

Masyarakat kini menaruh harapan besar pada pundak Polres Kuansing. Mereka mendesak agar pihak kepolisian tidak hanya melakukan imbauan, tetapi aksi nyata untuk memberantas dan menyapu bersih rakit-rakit PETI di Desa Pulau Busuk.
Pertanyaannya kini: Sampai kapan nadi Sungai Batang Kuantan dibiarkan tercekik oleh keserakahan oknum tak bertanggung jawab. Publik menunggu tindakan tegas sebelum kerusakan lingkungan menjadi permanen dan tak lagi bisa diperbaiki.(Red)

banner 325x300