PAKPAK BHARAT — Mediamutiara.com Indah namanya, agung cita-cita pendiriannya, namun kenyataan yang ada di depan mata ini begitu memilukan, sampai-sampai siapa saja yang mendengarnya pasti tak percaya, termasuk Bupati dan seluruh jajaran Forkopimda! Kabupaten Pakpak Bharat yang lahir dengan tujuan suci untuk mengangkat derajat hidup warga lewat pembangunan pesat dan kemajuan ekonomi, kini nasibnya bak “sapi perah” semata. Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) menerima gaji besar dari uang rakyat lewat APBD daerah ini, tapi begitu kantong terisi penuh, uang itu langsung dibawa kabur keluar daerah. Sungguh ironi yang bikin darah mendidih!
Dulu, kabupaten ini dimekarkan agar jalan mulus, pertanian maju, dan kesejahteraan warga melesat tinggi. Salah satu kunci utamanya jelas: kehadiran para abdi negara ini diharapkan menjadi mesin penggerak ekonomi lokal. Logikanya sangat sederhana dan masuk akal: jika mereka tinggal dan menetap di sini, uang gaji mereka akan berputar di sini juga. Pedagang sayur laris, warung nasi ramai pengunjung, toko sembako banjir pembeli. Semua lapisan masyarakat ikut menikmati limpahan rezeki itu.
Tapi lihatlah kenyataan pahitnya sekarang! Pantauan kami setiap hari mematahkan habis harapan itu. Mayoritas ASN dan pejabat yang bertugas di sini ternyata memilih bermukim di luar Pakpak Bharat. Boleh dibilang, apa yang tertinggal dan menyentuh tanah daerah ini hanyalah debu di sol sepatu mereka saja! Gaji cair tepat waktu, hak terpenuhi sepenuhnya, tapi sumbangsih ekonomi untuk daerah tempat mereka mencari nafkah? NOL BESAR! Uang pajak rakyat yang diolah menjadi penghasilan mereka, justru dinikmati dan dihabiskan di kota-kota lain. Ini namanya merugikan rakyat dua kali lipat, kejam sekali kenyataan ini!
Dampak buruknya sudah terasa sampai ke tulang sumsum, dan jeritan para pedagang kecil terdengar memecah keheningan. Awak media ini mendengar langsung keluhan yang membuat hati sesak dari seorang pemilik rumah makan di Kota Salak. Saat ditanya mengapa usahanya tutup total setiap Sabtu dan Minggu, jawabannya begitu menusuk dada: “Kami tutup Pak, karena ASN tak ada yang masuk kantor! Mereka semua pulang ke tempat tinggal di luar daerah. Kalau hari libur begini, Kota Salak ini mati suri, sepi tak berpenghuni. Tak ada pembeli, untuk apa kami buka?”
Lebih bikin darah naik lagi, fakta mengerikan lainnya: tak sedikit pejabat dan ASN ini yang terkenal jarang menampakkan diri di kantor, absen tanpa alasan jelas, tapi gaji dan tunjangan tetap cair utuh setiap bulan. Coba bayangkan, apa kata Bupati dan para pimpinan daerah kalau tahu hal ini? Pasti tercengang tak percaya!
Suara kepedihan yang sama juga meledak dari mulut para pedagang sayur di Pasar Tradisional Salak. Dengan mata berkaca-kaca dan nada kecewa mendalam, seorang pedagang mengungkapkan kenyataan pahit ini: “Pembeli dari kalangan ASN? Bisa dihitung jari Pak, sangat sedikit! Mereka tinggal di luar semua. Kalau pun datang kerja sebentar, makan siang saja bawa bekal dari rumah luar sana demi hemat. Begitu gajian, uangnya dibawa lari ke tempat tinggal mereka. Kami di sini cuma bisa gigit jari melihat uang daerah kami ludes di tempat lain.”
Fakta ini sudah terang benderang, terpampang nyata di depan mata semua orang. Lalu sampai kapan Pemkab Pakpak Bharat akan diam seribu bahasa? Apakah Bupati dan Forkopimda tidak pernah sadar atau tidak diberi tahu betapa parahnya dampak fenomena “ambil uang lalu kabur” ini terhadap ekonomi rakyat kecil?
Kami tegaskan dengan lantang dan tegas: JANGAN PERLAKUKAN PAKPAK BHARAT SEKADAR TEMPAT MENGGALI REJEKI, TAPI REJEKINYA DIBAWA LARI KE TEMPAT LAIN! Sudah saatnya diterapkan aturan tegas, tak boleh ada kompromi: ASN dan pejabat yang diberi amanah bertugas di sini, WAJIB menetap dan tinggal di sini juga.
Hanya dengan cara itulah, uang APBD benar-benar berputar memutar roda ekonomi di tanah ini, pedagang tersenyum bahagia, dan cita-cita mulia mewujudkan Nduma Pakpak Bharat bukan lagi sekadar janji manis atau mimpi kosong belaka. Kami tunggu langkah nyata pimpinan daerah, jangan biarkan warga makin kecewa!
(Tim/LTH)
























