Kuantan Singingi– Mediamutiara.com Nama H. Himanto mungkin sudah tidak asing lagi bagi warga di sekitar operasional PT. SIM, KIM, dan UKM. Pria yang kini menjabat sebagai Hubungan Masyarakat (Humas) di manajemen perusahaan tersebut dikenal bukan hanya karena profesionalismenya, tetapi juga rekam jejak pengabdiannya yang luar biasa bagi negara.
Jejak Pengabdian di Satuan Elit
H. Himanto merupakan mantan prajurit KOSTRAD TNI-AD, sebuah satuan elit yang menuntut kedisiplinan tinggi. Menariknya, beliau pernah berada dalam satu kesatuan dengan Presiden RI, Prabowo Subianto. Pengalaman tempur dan organisasinya tidak hanya teruji di dalam negeri,beliau tercatat pernah mengemban tugas internasional di luar negeri.
Atas dedikasinya, H. Himanto dianugerahi berbagai penghargaan bergengsi, termasuk Bintang Jasa dan apresiasi dari Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI).
Meski dibentuk di lingkungan militer yang keras, H. Himanto membuktikan bahwa ketegasan bisa berjalan selaras dengan empati. Baru-baru ini, beliau turun langsung menyalurkan bantuan kepada seorang warga di wilayah Kari yang tengah terbaring sakit. Aksi sosial ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab manajemen perusahaan tempatnya bernaung.
Bagi rekan kerja dan masyarakat, beliau adalah representasi sosok yang berintegritas, disiplin dalam waktu, bermoral dalam berucap, namun tetap humanis kepada siapa pun.
Filosofi “Lambat-Lambat Tinggal”
Kedisplinan H. Himanto bukan sekadar isapan jempol. Diki Syahputra, salah satu rekan yang baru mengenalnya, berbagi cerita menarik tentang gaya komunikasi beliau yang unik namun sarat makna.
Diki mengisahkan momen saat dirinya diajak bertemu untuk sekadar minum kopi bersama. Karena suatu hal, Diki datang terlambat dari waktu yang disepakati. Sebuah pesan singkat masuk ke WhatsApp-nya yang berbunyi: “Lambat-lambat tinggal.”
“Meskipun bernada gurauan, kalimat itu menunjukkan betapa beliau sangat menghargai waktu. Saya langsung paham bahwa bagi beliau, disiplin adalah harga mati,” ujar Diki.
Melalui perjalanannya, H. Himanto menunjukkan transisi yang mulus dari seorang prajurit menjadi jembatan antara perusahaan dan masyarakat. Integritasnya dalam bekerja dan sikapnya yang santun namun tegas menjadikannya sosok yang disegani sekaligus dicintai.(***)
























