KUANTAN SINGINGI — Mediamutira.com Keluhan masyarakat Desa Muara Langsat dan Sungai Langsat, Kecamatan Sentajo Raya, kembali mencuat. Warga mengaku setiap hari harus menghadapi debu tebal yang diduga berasal dari tingginya aktivitas truk pengangkut tandan buah segar (TBS), CPO, dan kernel yang melintasi jalan tersebut.
Berdasarkan pantauan di lapangan dan dokumentasi yang diterima redaksi, sejumlah truk bermuatan sawit terlihat melintas di ruas jalan desa. Saat cuaca panas, debu beterbangan dan menyelimuti badan jalan hingga lingkungan permukiman warga.
Sejumlah warga menyampaikan bahwa kondisi tersebut telah berlangsung cukup lama dan dinilai mengganggu aktivitas sehari-hari. Mereka berharap ada langkah konkret dari seluruh pihak yang memiliki kewenangan untuk mengurangi dampak debu.
“Kami tidak menolak investasi maupun aktivitas perusahaan. Yang kami minta hanya hak untuk menikmati udara yang lebih bersih dan jalan yang layak,” ujar salah seorang warga.
Masyarakat juga meminta DPRD Kabupaten Kuantan Singingi segera turun ke lokasi untuk melihat langsung kondisi yang mereka alami serta memfasilitasi penyelesaian persoalan bersama pemerintah daerah, pemerintah desa, perusahaan terkait, dan instansi teknis.
Warga berharap perusahaan yang menggunakan jalur tersebut dapat meningkatkan upaya pengendalian debu, seperti penyiraman jalan secara rutin, membantu pemeliharaan jalan, serta langkah lain yang dapat meminimalkan dampak terhadap masyarakat.
Hingga berita ini ditulis, redaksi belum memperoleh keterangan resmi dari pihak PT Sinergi Andalan Makmur, Pemerintah Desa, maupun DPRD Kabupaten Kuantan Singingi terkait keluhan masyarakat tersebut. Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi sesuai Kode Etik Jurnalistik.(Boby)
























