KUANTAN SINGINGI — Mediamutiara.com Aktivitas operasional dan hilir mudik kendaraan berat menuju Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT SAM Sei Langsat Kecamatan Pengean Kabupaten Kuansing Riau mulai dikeluhkan oleh masyarakat sekitar. Pasalnya, tingginya intensitas kendaraan operasional perusahaan tersebut memicu polusi udara berupa kabut debu pekat yang menyelimuti jalanan pemukiman warga.
Kondisi jalan yang kering dan berdebu ini dinilai mulai mengancam kesehatan pernapasan warga dan mengganggu jarak pandang pengguna jalan.
Salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya menyampaikan bahwa debu tebal ini sangat mengganggu aktivitas harian, terutama bagi anak-anak dan pedagang di pinggir jalan. Masyarakat mendesak agar pihak manajemen PT SAM tidak tutup mata dan segera mengambil tindakan konkret.
“Kami meminta pihak perusahaan rutin melakukan penyiraman jalan, minimal beberapa kali sehari, terutama di area yang dekat dengan pemukiman warga. Kalau dibiarkan terus, ini bisa memicu penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut),” ujar warga kepada media ini, Sabtu (30/5/2026).
Pantauan di lapangan menunjukkan, debu tebal kerap membubung tinggi setiap kali truk pengangkut sawit atau cangkang melintas. Hingga berita ini diterbitkan, kabut debu masih menjadi pemandangan sehari-hari yang meresahkan warga sekitar.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dan instansi terkait turun tangan untuk mengevaluasi dampak lingkungan dari aktivitas PKS PT SAM tersebut, serta memastikan pihak perusahaan menjalankan kewajiban sosial dan lingkungan (CSR) mereka dengan baik demi kenyamanan bersama.(Red)
Beranda
Berita
Dampak Aktivitas PKS PT SAM, Warga Keluhkan Kabut Debu dan Desak Perusahaan Lakukan Penyiraman Jalan
Dampak Aktivitas PKS PT SAM, Warga Keluhkan Kabut Debu dan Desak Perusahaan Lakukan Penyiraman Jalan
























