banner 728x250
Berita  

Kreator Konten Polda Sitanggang Ditangkap di Samosir Usai Hina Tokoh Pacu Jalur Kuansing

banner 120x600
banner 468x60

SAMOSIR — Mediamutiara.com Penjemputan kreator konten TikTok, Polda Sitanggang, berakhir di Mapolres Kuantan Singingi (Kuansing), Riau. Ia diamankan oleh Satreskrim Polres Kuansing di kediamannya di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, pada Senin (31/8/2026).
Proses penangkapan yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Kuansing, Iptu Gerry Agnar Timur, sempat diwarnai ketegangan. Pihak keluarga terlapor diduga melakukan perlawanan saat petugas hendak membawa Polda Sitanggang, hingga rekaman kejadian tersebut viral di media sosial.
“Benar, kami sudah mengamankan yang bersangkutan di Samosir. Saat diamankan memang ada sedikit perlawanan dari pihak keluarga, namun situasi berhasil kami kendalikan,” tegas Iptu Gerry Agnar Timur.
Sumbu Konflik: Konten Penghinaan Tradisi dan Tokoh Adat
Kasus ini dipicu oleh gelombang protes masyarakat Kuansing atas unggahan video Polda Sitanggang di platform TikTok. Konten tersebut dinilai menghina Darwis, tokoh masyarakat sekaligus tokoh adat yang dihormati dan lekat dengan tradisi kebanggaan warga Kuansing, Pacu Jalur.
Sebelumnya, Polda Sitanggang sempat menyampaikan permohonan maaf terkait konten minuman keras yang disangkutpautkan dengan tradisi tersebut. Namun, suasana kembali memanas setelah ia mengunggah konten baru yang dianggap merendahkan sosok Darwis.
Merasa identitas budayanya dilecehkan, puluhan advokat di Riau membentuk tim hukum untuk mendampingi warga melapor ke polisi. Polda Sitanggang dijerat dengan dugaan pencemaran nama baik serta pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
Proses Hukum Berjalan, Polisi Imbau Warga Tahan Diri
Saat ini, Polda Sitanggang telah berada di Polres Kuansing untuk menjalani pemeriksaan intensif. Penyidik tengah mendalami materi perkara, mengumpulkan bukti-bukti, serta menentukan status hukum selanjutnya.
Menanggapi panasnya isu ini di media sosial, pihak kepolisian meminta masyarakat untuk tidak terprovokasi dan menyebarkan narasi konflik antardaerah maupun antarkelompok.
“Pacu Jalur adalah kebanggaan dan identitas budaya masyarakat Kuansing yang sarat nilai sejarah. Kami mengimbau semua pihak untuk saling menghormati dan menyerahkan penanganan kasus ini sepenuhnya kepada proses hukum yang berlaku,” tutup Iptu Gerry.(***)

banner 325x300