banner 728x250
Berita  

33 TAHUN DESA AIR EMAS: MEMORI KEPULANGAN MASSAL DAN KEMENANGAN TEKAD EKS-TRANSMIGRASI

banner 120x600
banner 468x60

Kuantan Singingi — Mediamutiara.com
Air Emas, 26 November 2025 – Bukan gemerlap pesta, melainkan kehangatan syukuran penuh haru yang dipilih warga Desa Air Emas untuk merayakan ulang tahun desa mereka yang ke-33 malam itu. Di Balai Desa yang dipenuhi aroma nostalgia, perayaan ini menjadi momentum sakral, bukan sekadar memotong tumpeng, tetapi sebuah penghormatan terhadap keteguhan mereka yang memilih bertahan.
Inti kehangatan malam itu terungkap saat KH. Muzakir, salah satu tokoh agama, membawa hadirin kembali ke masa-masa paling genting: awal transmigrasi.
Dalam tausiyahnya yang menggetarkan, KH. Muzakir membuka memori kolektif tentang “seleksi alam” yang kejam di masa lalu. “Dulu banyak yang tidak sabar. Setelah mendapat anugerah tanah dari pemerintah, mereka justru memilih menyerah, menjual aset mereka, dan pulang kampung kembali ke Jawa,” kenangnya dengan nada getir, menggambarkan gelombang kepulangan massal yang hampir meruntuhkan mimpi desa.
Kisah para pendahulu yang lari dari kenyataan ini menjadi kontras tajam dengan kondisi Desa Air Emas hari ini. Mereka yang memilih bertahan, bersabar, dan bekerja keras kini menikmati hasilnya yang berlimpah.
“Perkembangan Desa Air Emas hari ini adalah bukti nyata bahwa kesabaran, persatuan, dan syukur membawa keberkahan abadi. Desa ini dibangun bukan di atas tanah, tetapi di atas tekad yang tidak pernah padam,” tegasnya, disambut anggukan haru hadirin.
Kepala Desa Air Emas, H. Adi Setiyo, SH, yang hadir bersama para tokoh penting desa, menyampaikan rasa bangganya terhadap tradisi syukuran yang tidak pernah pudar.
“Acara tasyakuran ini adalah identitas dan kebanggaan bagi masyarakat eks-transmigrasi. Ini adalah wujud rasa syukur atas perjalanan panjang dari hutan belantara hingga menjadi desa yang maju dan sejahtera seperti saat ini,” ujar H. Adi Setiyo penuh semangat.
Acara yang ditutup dengan doa bersama dan pemotongan tumpeng itu menjadi momentum suci untuk meneguhkan kembali ikatan persaudaraan. Perjuangan 33 tahun ini hanyalah awal kini, tekad membangun desa agar semakin maju di masa depan semakin diperkuat.(Red)

banner 325x300