banner 728x250
Berita  

Mafia BBM Bersubsidi Marak di Dairi, Modus “Barca” Licik Terbongkar, Kapolres Didesak Bertindak

banner 120x600
banner 468x60

Sidikalang, Dairi – Mediamutiara.com Praktik penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, khususnya jenis Pertalite dan Solar, di Kabupaten Dairi diduga telah mencapai tingkat yang terorganisir dan meresahkan. Aksi ilegal yang merugikan masyarakat dan negara ini dilaporkan marak di jantung Kota Sidikalang, bahkan terjadi dekat Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jalan Simto dan telah berlangsung sepanjang tahun 2025.
Modus Licik, Mobil “Barca” dan Jeriken Penuh
Kelangkaan dan antrean panjang BBM di Dairi seringkali memuncak akibat ulah para mafia ini. Mereka dicurigai membeli kuota BBM bersubsidi dalam jumlah besar menggunakan modus operandi yang licik, yang sering disebut masyarakat sebagai modus “Barca” (Bolak-balik Isi BBM Menggunakan Barcode yang Sama).
Tim media berhasil menyasar salah satu terduga penimbun berinisial S. Marpaung, yang menjalankan operasi di sebuah warung kelontong sekaligus kios pengecer BBM.
Pada penelusuran 27 Oktober 2025, tim media menemukan satu unit mobil bak terbuka L300 yang bermuatan puluhan jeriken terisi penuh dengan Pertalite.
S. Marpaung berdalih minyak bersubsidi tersebut akan didistribusikan ke pengecer di wilayah Parongil dan Padamean. Namun, praktik ini jelas melanggar ketentuan penyaluran BBM bersubsidi.
SPBU Akui Pelaku Residivis
Pihak SPBU di Jalan Pakpak, Kecamatan Sidikalang, membenarkan dugaan maraknya praktik ini, secara khusus menyoroti S. Marpaung.
Pihak SPBU mengakui S. Marpaung bukanlah pemain baru dan sudah sering diberi teguran.
Bahkan, yang bersangkutan pernah dikenakan sanksi berupa larangan membeli BBM karena mobilnya kedapatan berulang kali mengisi BBM, bahkan dengan menggunakan barcode yang sama.
Untuk mengelabui petugas dan menghindari sanksi, masyarakat menduga kuat S. Marpaung sering berganti-ganti mobil saat melakukan pengisian BBM.
Setelah sukses mendapatkan BBM murah bersubsidi, para mafia ini menjualnya kembali ke pengecer dengan harga yang jauh di atas ketetapan pemerintah, secara langsung merampas hak masyarakat miskin yang seharusnya mendapatkan subsidi energi.

Mengingat kerugian masif yang ditimbulkan oleh praktik penimbunan ini, berita ini menegaskan desakan kuat kepada aparat penegak hukum.
Masyarakat mendesak Kapolres Dairi dan khususnya Kanit Perekonomian Satreskrim agar segera:
Menindak lanjuti secara tuntas dugaan praktik penimbunan BBM yang marak beroperasi di Kecamatan Sidikalang.
Membongkar jaringan mafia yang dicurigai terorganisir di balik operasi ini.(LTH)

banner 325x300