banner 728x250
Berita  

Wajah Waspada: Cegah Kekerasan & Perkawinan Anak Sejak Dini – DP3AP2KB Dairi Luncurkan Layanan Pengaduan, 363 Kasus Tercatat dalam 3 Tahun

banner 120x600
banner 468x60

DAIRI – Mediamutiara.Com  Melindungi perempuan dan anak adalah tanggung jawab kita semua. Kalimat ini bukan sekadar semboyan, melainkan tekad kuat yang digaungkan dalam kegiatan sosialisasi dan gerakan pemberdayaan masyarakat yang digelar oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Dairi. Bersama berbagai pihak, kegiatan ini menjadi panggilan hati bagi seluruh warga agar semakin peduli, semakin berhati-hati, dan bergerak aktif mencegah segala bentuk kejahatan yang merugikan perempuan dan anak, mulai dari kekerasan dalam rumah tangga, perdagangan orang, anak berhadapan dengan hukum, hingga praktik perkawinan anak yang masih menjadi tantangan besar di daerah.

Acara yang berlangsung penuh semangat dan harapan ini diawali dengan penyanyian lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai wujud cinta tanah air, dilanjutkan doa pembuka yang dibawakan oleh perwakilan TP PKK Desa Lae Parira. Dalam sambutan dan ucapan syukurnya, Ketua DP3AP2KB Kabupaten Dairi menegaskan, kegiatan ini adalah bukti nyata keseriusan pemerintah daerah bergandengan tangan dengan masyarakat untuk menjaga kelompok yang paling rentan dari ancaman kekerasan dan perlakuan salah.

banner 325x300

Turut hadir dan memberi semangat perwakilan dari Sada Ahmo Kabupaten Dairi. Di sesi pembahasan materi, DP3AP2KB menyoroti satu fakta penting: kekerasan terhadap perempuan membawa dampak berantai yang sangat buruk bagi masa depan anak. “Ketika seorang ibu atau perempuan mengalami kekerasan, mental anak pun akan jatuh dan terganggu. Anak tumbuh dalam ketakutan, lingkungan yang tidak damai, dan ini akan terbawa hingga mereka dewasa,” jelasnya dengan penuh keprihatinan.

Pihak DP3AP2KB juga mengingatkan bahaya besar perkawinan anak di bawah umur. Praktik ini tidak hanya melanggar hukum, tetapi merampas hak anak atas pendidikan, kesehatan fisik dan mental, serta memutus masa depan cerah mereka. “Jangan biarkan anak-anak kita kehilangan masa kecilnya. Hati-hatilah, karena dampak perkawinan dini sangat panjang dan menyakitkan,” pesannya menggetarkan hati para peserta.

Langkah nyata dan sangat membantu pun disiapkan. DP3AP2KB kini telah membuka Layanan Call Center atau Pusat Pengaduan Khusus. Fasilitas ini hadir agar setiap warga yang melihat, mengalami, atau sekadar menduga adanya tindak kekerasan terhadap anak maupun perempuan, bisa segera melapor dan mendapatkan pertolongan cepat. “Jangan diam saja. Layanan ini ada untuk melindungi kita semua. Kami juga berharap media massa ikut menyebarkan informasi ini, supaya makin banyak yang sadar dan makin banyak kejahatan yang bisa dicegah sebelum terlambat,” tambahnya.

Sebagai wujud persaudaraan dan dukungan antardaerah, acara juga diisi penyerahan simbolis dari TP PKK Desa Bulu Duri kepada DP3AP2KB Kabupaten Dairi, tanda bahwa gerakan perlindungan ini menyatukan semua elemen masyarakat.

Pemaparan data yang mengingatkan kita untuk lebih waspada disampaikan narasumber utama, Sarti Sianipar, Direktur Lembaga Persada yang beralamat di Jalan Empat Lima, Kelurahan Batang Beruh, Kecamatan Sidikalang. Lembaga ini sudah lama menjadi garda terdepan mendampingi korban kekerasan anak, korban perdagangan orang, serta membantu pemulihan anak yang berhadapan dengan hukum.

Berdasarkan catatan rekapitulasi WCC Sinceritas-Persada selama 2023–2025, tercatat sebanyak 363 kasus telah ditangani di wilayah Sumatera Utara (mencakup 13 Kabupaten dan 4 Kota). Rinciannya:

– 226 Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT)
– 72 Kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO)
– 65 Kasus Kekerasan Terhadap Anak (KTA)

Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan peringatan bagi kita semua: masalah ini nyata, ada di sekitar kita, dan butuh perhatian serius. Setiap angka mewakili nyawa, masa depan, dan harapan yang hampir hancur jika tidak ada pertolongan.

Di akhir kegiatan, satu pesan kuat tertanam di hati setiap peserta: mencegah kekerasan, melindungi anak, dan menolak perkawinan dini adalah tugas kita bersama. Pemerintah, lembaga pendampingan, tokoh masyarakat, media, dan seluruh warga harus bersatu. Mari kita lebih berhati-hati, lebih peka, dan lebih berani bertindak. Karena dengan saling menjaga, kita sedang membangun masa depan Dairi yang aman, damai, dan penuh kasih sayang bagi perempuan dan anak-anak kita.

(LTH)

banner 325x300