banner 728x250

Tak Mampu Bayar UKT, Aktivis UNRI Diki Syahputra Terpaksa Cuti Kuliah demi Menjaga Idealisme

banner 120x600
banner 468x60

PEKANBARU — Mediamutiara.com Berada di persimpangan jalan antara pendidikan dan keterbatasan ekonomi, aktivis Universitas Riau (UNRI), Diki Syahputra, terpaksa mengambil keputusan berat. Demi meringankan beban hidup sehari-hari dan terkendala biaya pendidikan, Diki memilih untuk mengambil cuti akademik selama satu semester.
Sebagai seorang anak yatim yang sedang berjuang menjadi sarjana pertama di keluarga besarnya, keputusan ini bukan hal yang mudah. Namun, mendesaknya tenggat pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) membuatnya tak memiliki banyak pilihan.
“Saya memilih ambil cuti satu semester dulu karena batas waktu pembayaran UKT sudah hampir habis dan dana saya masih belum cukup. Daripada drop out, saya ambil cuti dulu. Semester depan saya akan lanjutkan lagi perjuangan ini,” ujar Diki saat dikonfirmasi.
Menolak Memperdayalokasikan Status Aktivis
Di tengah fenomena aktivisme yang tak jarang dimanfaatkan untuk meraup keuntungan pribadi atau mendekati lingkaran kekuasaan, jalan yang ditempuh Diki justru berseberangan. Statusnya sebagai aktivis kerap kali identik dengan kemudahan akses bantuan dari pejabat maupun pengusaha, namun Diki enggan memanfaatkan posisi tersebut jika harus mengorbankan integritasnya.
Bagi Diki, gerakan mahasiswa yang ia jalani adalah bentuk pengabdian murni untuk mendaulat kepentingan masyarakat luas, bukan alat tawar-menawar politik atau ekonomi.
“Saya tidak menjadi aktivis untuk mengganggu usaha orang, mengutak-atik kasus orang, dan lain sebagainya. Saya murni bergerak untuk kepentingan masyarakat banyak sifatnya kepedulian sosial tanpa digaji,” tegas Diki menutup keterangannya.
Langkah jeda sementara ini diakui Diki sebagai bentuk ikhtiar untuk mengumpulkan rezeki terlebih dahulu. Ia berharap, perjuangannya menuntut ilmu dapat segera berlanjut di semester mendatang demi mewujudkan mimpi besar keluarganya.(***)

banner 325x300