BASERAH — MEDIAMUTIARA.COM Hitung mundur menuju helatan akbar Pacu Jalur Event Kebudayaan di Tepian Lubuok Sobae Basogha resmi dimulai. Tidak sekadar mengejar sukses perlombaan, panitia tahun ini berkomitmen penuh memastikan festival budaya terbesar di Kecamatan Kuantan Hilir ini berlangsung tertib, nyaman, sekaligus memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat.
Keseriusan tersebut ditunjukkan lewat rapat kerja perdana yang digelar di Aula Kantor Camat Kuantan Hilir, Selasa (2/6/2026). Rapat ini menjadi langkah awal untuk mematangkan seluruh lini persiapan menjelang hari pelaksanaan yang dijadwalkan pada 13 hingga 16 Agustus 2026 mendatang.
Agenda krusial ini dihadiri langsung oleh:
Ketua Umum (Ketum) Panitia, Titus Arianto
Plt Camat Kuantan Hilir, Rahman Candra
Perwakilan Camat Kuantan Hilir Seberang
Danramil 07/Kuantan Hilir, Kapten Arm Herdianto
Perwakilan Kapolsek Kuantan Hilir, Kasium Aiptu Masfauzi
Jajaran Sekretaris, Bendahara, serta seluruh koordinator bidang kepanitiaan.
Menjaga Marwah Budaya dan Estetika Arena
Ketua Umum Panitia, Titus Arianto, menegaskan bahwa seluruh divisi harus bergerak cepat dan bekerja taktis agar kualitas Pacu Jalur Basogha tahun ini meningkat signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Pacu Jalur bukan sekadar perlombaan tradisional, melainkan identitas budaya masyarakat Kuantan Singingi yang harus kita jaga bersama. Kita ingin pelaksanaan tahun ini lebih tertata, lebih nyaman, dan memberikan manfaat yang lebih luas,” tegas Titus.
Salah satu terobosan yang menjadi fokus utama tahun ini adalah penataan kawasan arena, khususnya bagi para pedagang. Sebagai penggerak roda ekonomi selama event berlangsung, keberadaan pedagang akan diatur lewat sistem penempatan yang lebih rapi. Langkah ini diambil agar tidak mengganggu kenyamanan pengunjung, sekaligus menjadi sumber pemasukan resmi yang transparan bagi kepanitiaan.
Sinergi Lintas Sektor dan Lintas Kecamatan
Sinyal positif juga datang dari pemerintah setempat. Plt Camat Kuantan Hilir, Rahman Candra, mengingatkan bahwa kesuksesan event sebesar Pacu Jalur tidak hanya diukur dari apa yang terjadi di sungai, melainkan dari kematangan koordinasi di darat.
“Ini bukan hanya tanggung jawab panitia semata. Kita ingin Pacu Jalur Basogha menjadi kebanggaan bersama. Koordinasi harus diperkuat sejak awal agar seluruh persiapan berjalan sesuai rencana tanpa ada kendala berarti di hari-H,” ujar Rahman.
Mengingat arena pendukung dan lokasi kegiatan berbatasan langsung dengan wilayah tetangga, panitia mengharapkan dukungan penuh dari Kecamatan Kuantan Hilir Seberang. Sinergi dua kecamatan ini dinilai krusial demi kelancaran arus logistik, keamanan, dan kenyamanan penonton.
Menuju Etalase Budaya Kuansing
Dengan waktu tersisa sekitar dua bulan, seluruh bidang kepanitiaan kini mulai tancap gas menyelesaikan berbagai pekerjaan rumah. Mulai dari penataan arena, regulasi pedagang, sistem keamanan, pengelolaan kebersihan, hingga standarisasi pelayanan bagi tamu dan wisatawan.
Sebab pada akhirnya, Pacu Jalur bukan hanya soal siapa yang paling cepat menembus garis finis. Lebih dari itu, event ini adalah etalase budaya Kuantan Singingi yang akan disorot oleh ribuan pasang mata. Panitia bertekad menutup rapat setiap celah kekurangan demi menjaga kemeriahan dan marwah Tepian Lubuok Sobae Basogha. (***)
Matangkan Persiapan Pacu Jalur Basogha 2026, Panitia Prioritaskan Penataan Pedagang
























