banner 728x250
Berita  

Jeritan Emak-Emak Cerenti, “Pak Kapolda, Sungai Kami Hancur, Tolong Turun Sekarang”

banner 120x600
banner 468x60

KUANTAN SINGINGI – Mediamutiara.com Suasana tenang di tepian Sungai Kuantan, tepatnya di Desa Koto Cerenti, pecah oleh keresahan warga. Bukan tanpa alasan, suara mesin rakit Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang menderu siang malam di dekat Masjid Al Mukmin kini memicu “pemberontakan” dari barisan ibu-ibu setempat.
Tak tahan lagi dengan aktivitas ilegal yang seolah kebal hukum, para ibu di Cerenti nekat bersuara. Lewat sebuah rekaman video yang kini viral, mereka mengirimkan pesan langsung kepada pucuk pimpinan kepolisian di Riau.
Masjid Terancam, Sungai Tercemar
“Tolong Pak Kapolda Riau, turun sekarang ke Cerenti Razia ponton tambang ilegal di tepian kami, dekat Masjid Al Mukmin. Kami masyarakat sudah sangat resah,” ujar salah satu warga dalam video tersebut dengan nada bergetar.
Bagi warga, ini bukan sekadar masalah debu atau kebisingan. Titik penambangan yang berada sangat dekat dengan tempat ibadah dan pemukiman warga memicu kekhawatiran ganda.
Ancaman Fisik, Abrasi sungai yang bisa meruntuhkan bangunan di pinggir air.
Kesehatan, Dugaan penggunaan zat kimia berbahaya yang mencemari sumber air kehidupan mereka.
Hukum Seolah “Lumpuh” di Lokasi
Meski aktivitas ini dilakukan secara terang-terangan menggunakan ponton dan rakit di aliran sungai, hingga Selasa (24/2/2026), kegiatan tersebut dilaporkan masih berjalan mulus seolah tak tersentuh.
Warga merasa laporan di tingkat bawah belum membuahkan hasil, sehingga mereka memilih “jalur langit” dengan meminta atensi langsung dari Kapolda Riau. Mereka berharap ada tindakan tegas yang tidak hanya sekadar formalitas, tapi benar-benar membersihkan Sungai Kuantan dari rakit-rakit PETI.
Menanti Taji Aparat
Hingga berita ini diturunkan, Kapolsek Cerenti masih dalam upaya konfirmasi terkait keluhan warga yang kian memanas ini. Publik kini menunggu: apakah teriakan emak-emak ini akan dijawab dengan operasi penertiban besar-besaran, ataukah deru mesin tambang ilegal akan tetap menjadi “musik latar” sehari-hari di Desa Koto Cerenti.
Masyarakat berharap, sebelum alam semakin rusak dan amarah warga memuncak, hukum harus ditegakkan setegak-tegaknya.(Red

banner 325x300