banner 728x250
Berita  

Ironi Pusat Literasi: Kantor Dinas Perpustakaan Kuansing Dikepung Semak, Warga Minta Bupati Copot Kadis yang Abai

banner 120x600
banner 468x60

TELUK KUANTAN – Mediamutiara.com Alih-alih menjadi ruang publik yang nyaman dan representatif untuk merawat minat baca, Kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) justru menyuguhkan pemandangan yang memprihatinkan. Instansi yang dipimpin oleh Shanty Evi Dimeti, SH, tersebut kini dikepung rumput liar dan terkesan telantar.
Berdasarkan pantauan langsung media ini di lokasi, semak belukar tumbuh subur mendominasi halaman hingga sudut-sudut area perkantoran. Pemandangan kontras ini mengubah citra kantor pemerintahan yang mestinya bersih dan berwibawa, menjadi kumuh layaknya bangunan tak berpenghuni di tengah kota.
Kondisi ini memicu kritik pedas dan tanda tanya besar dari masyarakat terkait komitmen, disiplin, serta fungsi pengawasan internal Aparatur Sipil Negara (ASN) yang saban hari ngantor di gedung tersebut.
Estetika Buruk dan Ancaman Hewan Berbisa
Keluhan bernada miring tak terbendung dari warga yang melintas maupun yang hendak mendapatkan pelayanan. Salah seorang warga sekitar yang meminta namanya tidak ditulis demi kenyamanan, mengaku elus dada melihat aset daerah yang dibiarkan tak terurus.
“Ini kantor pelayanan publik atau ‘hutan rimba’? Kalau merawat kebersihan halaman kantornya sendiri saja tidak mampu, bagaimana kita bisa percaya mereka bisa mengelola arsip daerah dan melayani masyarakat dengan optimal?” cetusnya dengan nada kecewa kepada media ini.
Lebih lanjut, ia memperingatkan bahwa pembiaran ini bukan sekadar masalah estetika yang buruk, melainkan sudah menjadi ancaman keselamatan.
“Rumputnya sudah setinggi itu, sangat rawan jadi sarang ular atau hewan berbisa lainnya. Ini jelas membahayakan pegawai yang lembur maupun masyarakat atau anak-anak sekolah yang berniat berkunjung ke perpustakaan,” tambahnya.
Desakan Evaluasi untuk Bupati Suhardiman Amby
Sorotan tajam ini bergulir menjadi desakan politik lokal. Warga meminta Bupati Kuantan Singingi, Dr. H. Suhardiman Amby, untuk segera mengambil tindakan tegas. Kinerja Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah dinilai perlu dievaluasi total karena dianggap abai terhadap hal-hal prinsipil seperti pemeliharaan fasilitas negara.
“Kami minta Pak Bupati turun tangan. Tolong evaluasi total kinerja Kadis terkait. Kebersihan dan kepatutan kantor pemerintah adalah cerminan dari marwah Pemkab Kuansing. Jangan sampai kelalaian seperti ini dibiarkan berlarut-larut dan merusak citra daerah di mata publik,” tegas warga lainnya.
Sebagai informasi, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah memegang mandat krusial untuk menumbuhkan budaya literasi masyarakat sekaligus benteng penyelamat dokumen bersejarah daerah. Lingkungan yang asri, bersih, dan aman mutlak diperlukan untuk membangun atmosfer akademis tersebut.
Sangat disayangkan, hingga berita ini naik cetak, pihak Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Kuantan Singingi memilih bungkam dan belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi lingkungan kantor mereka yang diprotes warga.(Red)

banner 325x300