DAIRI – Mediamutiara.com Sungguh memprihatinkan kondisi Kantor Kepala Desa Pangguruan, Kecamatan Sumbul Pegagan, Dairi. Alih-alih menjadi pusat pelayanan masyarakat, kantor tersebut justru terlihat tak ubahnya bangunan tak berpenghuni. Pintu terkunci rapat, bahkan rumput dan lumut tumbuh subur di halaman dan sela-sela dinding, menciptakan pemandangan yang kumuh dan jauh dari kesan kantor pemerintahan.
Tim media yang berkunjung pada Jumat (20/06/2025) pukul 09.00 WIB mendapati kantor desa kosong melompong. Tak ada satu pun perangkat desa yang bertugas, padahal ini adalah jam kerja. Niat awal untuk mengonfirmasi penyaluran dana BLT pun terpaksa gigit jari.
Ironisnya, anggaran desa dari Dana Desa (DD) telah dikucurkan untuk fasilitas kantor demi kelancaran pelayanan. Namun, kenyataan di lapangan berkata lain. Seorang warga yang hendak mengurus surat-surat bahkan turut menjadi korban kekosongan ini. Ia hanya bisa bertemu dengan seorang Linmas yang memberi jawaban mengambang: “Kepala desa lagi sakit.” Linmas itu pun tak bisa dihubungi lebih lanjut karena alasan tak membawa ponsel.
Upaya konfirmasi kepada Kepala Desa dan Camat Sumbul Pegagan melalui telepon WhatsApp juga berujung nihil. Keduanya memilih bungkam, mengabaikan pertanyaan media. Kondisi ini jelas menunjukkan minimnya tanggung jawab dan akuntabilitas dari pihak desa maupun kecamatan.
Masyarakat Pangguruan dan seluruh pihak terkait berhak mendapatkan pelayanan yang layak. Oleh karena itu, media mendesak instansi pemerintah terkait dan camat untuk segera menegur Kepala Desa Pangguruan. Pelayanan publik harus menjadi prioritas utama, dan kantor desa seharusnya menjadi garda terdepan, bukan sarang rumput dan lumut.( LTH )
























