DAIRI – Mediamutiara.Com – Isu kelangkaan dan sulitnya mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya jenis Biosolar, yang belakangan ini menjadi keluhan utama warga Kabupaten Dairi, akhirnya mendapat tanggapan serius dan tindakan nyata dari Pemerintah Daerah. Tidak main-main, Wakil Bupati Dairi, Wahyu Daniel Sagala, langsung turun tangan memimpin rapat koordinasi (Rakor) strategis guna memecahkan masalah ini sampai ke akar-akarnya, Jumat (29/05/2026) di Ruang Rapat Bupati Sidikalang.
Di hadiri langsung oleh Kapolres Dairi AKBP Otniel Siahaan, S.I.K., M.I.K., Kajari Dairi Bima Yudha Asmara, S.H., M.H., jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta seluruh pengusaha SPBU dan Pertashop se-Kabupaten Dairi, Wahyu Daniel Sagala menyampaikan pesan tegas: masalah ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.
Wakil Bupati menegaskan bahwa kendala penyaluran yang membuat warga kesulitan mendapatkan pasokan Biosolar, harus menjadi prioritas utama yang diselesaikan bersama. Suara masyarakat yang mengeluh menjadi alasan terbesar mengapa pertemuan ini digelar dan mengapa solusi cepat wajib ditemukan.
“Kita harus segera mencari solusi terbaik! Kebutuhan BBM masyarakat Dairi harus terpenuhi secara tepat sasaran dan sesuai dengan kuota yang seharusnya disalurkan. Tidak ada alasan lagi, keluhan ini harus kami jawab dengan pelayanan yang lancar,” tegas Wahyu Daniel dengan nada serius, membakar semangat seluruh pihak yang hadir.
Lebih jauh, Wahyu Daniel menekankan bahwa kunci keberhasilan mengatasi krisis ini ada pada kekompakan dan kerja sama semua elemen. Ia tidak mau mendengar alasan kendala teknis atau hambatan di lapangan jika tidak diselesaikan dengan sinergi yang kuat. Semua pihak, mulai dari pemerintah, penegak hukum, hingga pengusaha BBM harus bergerak satu frekuensi demi kenyamanan warga.
“Segala kendala yang ada di lapangan wajib diselesaikan lewat sinergitas yang padu. Jangan ada yang bekerja sendiri-sendiri. Masalah ini menyangkut hajat hidup orang banyak, maka penyelesaiannya pun harus menjadi tanggung jawab kita bersama,” lanjutnya.
Menutup arahannya, Wahyu Daniel memberikan perintah jelas kepada Kepala Bagian Perekonomian dan seluruh pemangku kepentingan yang terlibat. Ia meminta agar kerja sama dipererat untuk menyingkirkan segala hambatan yang ada, serta mewajibkan laporan perkembangan situasi secara berkala. Langkah ini diambil agar setiap permasalahan yang muncul bisa langsung ditindaklanjuti tanpa menunggu waktu lama.
Kehadiran unsur penegak hukum dalam rapat ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah daerah serius mengawasi jalur distribusi, memastikan tidak ada permainan yang merugikan rakyat, dan menjamin BBM bersubsidi benar-benar sampai ke tangan yang berhak.
Dengan langkah tegas yang diambil Wakil Bupati Dairi ini, masyarakat berharap kisah sulitnya mendapatkan BBM di Kabupaten Dairi segera menjadi masa lalu, diganti dengan ketersediaan pasokan yang aman, lancar, dan merata di seluruh wilayah.
(LTH)
























