banner 728x250

Cegah Perundungan Sejak Dini, Mahasiswa KKN UMRI Kelompok 78 Edukasi Siswa SD di Desa Simandolak

banner 120x600
banner 468x60

SIMANDOLAK, KUANSING — Mediamutiara.com Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Kelompok 78 menggelar sosialisasi pencegahan bullying (perundungan) bagi siswa SDN 001 dan SDN 007 Desa Simandolak, Kecamatan Benai, Kabupaten Kuantan Singingi. Kegiatan ini diusung sebagai langkah edukatif untuk membangun kesadaran siswa akan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan ramah anak.

Dalam pemaparannya, tim KKN UMRI mengemas materi dengan bahasa yang interaktif dan mudah dicerna oleh anak-anak usia sekolah dasar. Siswa diberi pemahaman menyeluruh mulai dari definisi perundungan, ragam bentuk bullying, dampak psikologis bagi korban, hingga langkah-langkah penanganan jika menemukan aksi perundungan di lingkungan mereka.

banner 325x300

Mahasiswa menekankan bahwa bullying tidak sebatas kekerasan fisik semata, tetapi juga mencakup perundungan verbal dan sosial. Perilaku yang kerap dianggap bercanda—seperti mengejek nama orang tua, memanggil dengan sebutan buruk, mengambil barang tanpa izin, hingga mengucilkan teman dari pergaulan—ditegaskan sebagai bentuk perundungan yang bernilai negatif.

Agar materi tersampaikan secara optimal, sosialisasi dikemas melalui berbagai pendekatan interaktif:

Sesi Diskusi & Tanya Jawab: Menampung cerita serta pemahaman siswa mengenai pentingnya sikap saling menghargai.

Ice Breaking & Gim Edukatif: Mengajak siswa mempererat keakraban melalui permainan tematik bertema kebersamaan.

Apresiasi & Hadiah: Memberikan suvenir kepada siswa yang aktif berpartisipasi sepanjang kegiatan.

Tim KKN UMRI Kelompok 78 turut menyoroti dampak serius perundungan terhadap korban, seperti hilangnya rasa percaya diri, timbulnya rasa takut untuk bersekolah, hingga menurunnya prestasi akademik.

Pihak pengelola SDN 001 dan SDN 007 Desa Simandolak menyambut hangat inisiatif tersebut. Pihak sekolah berharap edukasi ini mampu menanamkan nilai empati, tenggang rasa, dan solidaritas antar-siswa, sehingga iklim belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari bullying dapat terwujud secara berkelanjutan.(***)

banner 325x300