banner 728x250
Berita  

TUTUP MATA TERHADAP MAFIA BBM PALUTA! KASAT RESKRIM & KANIT POLRES TAPSEL DIGARAP PROPAM, DITUDUH TIDAK PROFESIONAL & HANYA JERAT SUPIR SAJA

banner 120x600
banner 468x60

MEDAN – Mediamutiara.Com Tak terima melihat kelemahan yang mencurigakan dalam penanganan kasus besar penyalahgunaan BBM bersubsidi di Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), DPD Media Organisasi Siber Indonesia (MOSI) Kota Medan berani mengambil langkah tegas: melaporkan langsung Kasat Reskrim Polres Tapanuli Selatan Iptu Bontor Sitorus beserta Kanit Tipidter ke Bidang Pengawasan Profesi dan Penyelidikan Internal (Bidpropam) Polda Sumatera Utara!

Keputusan ini diambil setelah tim MOSI kecewa berat dengan kinerja Polres Tapanuli Selatan yang dinilai setengah hati, tidak transparan, dan diduga sengaja menutup-nutupi jejak pelaku utama. Langkah resmi ini ditegaskan usai rombongan MOSI mendatangi Subdit Tipidter Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirkimsus) Polda Sumut, Kamis (16/7/2026).

banner 325x300

Muhammad Zulfahri Tanjung, Kabid Humas DPD MOSI, menyoroti anehnya proses penyidikan ini. Padahal laporan resmi sudah masuk dari Ongku Permohonan Harahap yang menuding enam SPBU terlibat menjual BBM bersubsidi kepada sindikat mafia, lengkap dengan bukti petunjuk awal dan rekaman video, namun hasilnya sangat mencurigakan.

“Kami sangat kecewa! Sudah jelas ada bukti, sudah jelas siapa pelangsirnya, tapi manajemen SPBU dan aktor intelektual di balik mafia BBM ini sama sekali tidak disentuh, tidak dijadikan tersangka!” seru Zulfahri.

Ia mempertanyakan alasan aneh pihak kepolisian yang menyatakan lima dari enam SPBU tidak terbukti bersalah. “Coba hitung logikanya: 900 liter BBM selundupan itu tidak mungkin didapat dari satu SPBU saja! Alasan itu tidak masuk akal, ini cuma alibi untuk melindungi mereka!” tegasnya.

Senada, Henry Pakpahan selaku Penasehat Hukum MOSI menilai proses penyidikan ini sangat janggal dan berbau rekayasa.

“Kepolisian punya hak mutlak untuk mendalami kasus ini, rekaman video adalah bukti awal yang sah! Kenapa perwira polisi hanya berani menjerat supir pengangkut saja, tapi tidak mau menyelami keterlibatan pihak lain di atasnya? Mengapa tidak ada pengembangan terhadap peran pemilik dan pengelola SPBU?” tantang Henry.

Ia menegaskan: “Penyidikan ini tidak dilakukan secara transparan! Patut diduga kuat ada permainan, ada kepentingan yang dilindungi sehingga pelaku utama lolos begitu saja!”

TIDAK ADA TEMPAT BAGI MAFIA BBM!

(Tim/LTH)

banner 325x300