Dairi — Mediamutiara.Com, Rabu 20 Mei 2026 – Kewaspadaan dan kepedulian masyarakat yang dibarengi dengan ketangkasan serta kecepatan tindakan pemerintah wilayah kembali teruji. Berawal dari laporan warga kepada Kepala Lingkungan (Kepling) sekitar pukul 06.37 WIB, ditemukan sebuah peristiwa memilukan di Lingkungan Jalan Lae Gerat, Kelurahan Panjidabutar, Kecamatan Sitinjo, Kabupaten Dairi. Seorang pelajar berinisial I. Limbong ditemukan meninggal dunia dengan dugaan kuat melakukan tindakan bunuh diri.
Kabar ini langsung direspons dengan sangat sigap oleh Camat Sitinjo dan Lurah Panjidabutar. Tidak berlama-lama, kedua pejabat itu segera memastikan informasi tersebut dan langsung melaporkan secara resmi ke pihak kepolisian Resort Dairi. Berkat kecepatan koordinasi tersebut, tim aparat kepolisian pun segera tiba di lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan, pengecekan, dan proses evakuasi jenazah agar berjalan tertib dan sesuai prosedur.
Berdasarkan keterangan orang tua korban yang berinisial J.L, pagi itu berjalan seperti biasa. Saat hendak membangunkan anaknya untuk berangkat ke sekolah, J.L tidak menemukan sang anak di dalam kamar. Mengira I. Limbong sudah berangkat duluan ke sekolah, J.L sempat mencari hingga ke lingkungan pekarangan, namun tetap tidak menemukannya. Sekembalinya ke rumah, J.L berinisiatif melihat ke bagian belakang rumah, dan pemandangan mengerikan serta memilukan pun menyambut matanya.
Di sebatang pohon pokat di belakang rumah, I. Limbong ditemukan sudah tergantung menggunakan tali ayunan yang memang biasa terpasang di pohon tersebut. Dalam keadaan syok luar biasa dan histeris, J.L seketika berteriak meminta tolong dan dengan sigap mengambil pisau carter untuk memotong tali penggantung itu. Namun, saat tubuh anaknya jatuh ke tanah dan diperiksa, nyawa I. Limbong sudah tak tertolong lagi.
“Pagi itu saya cari dia mau suruh berangkat sekolah, tidak ada di kamar. Saya kira sudah jalan duluan, saya cari-cari ke luar tapi tidak ketemu. Pas saya lihat ke belakang rumah… Tuhan… itu anak saya sudah tergantung. Saya potong tali itu secepatnya, tapi sudah terlambat,” ungkap J.L dengan nada terguncang dan air mata yang tak terbendung.
Dari lokasi kejadian, pihak keluarga dan petugas juga menemukan sepucuk surat yang diduga ditulis oleh korban sebelum melakukan perbuatan nekat tersebut. Isi surat tersebut diduga memuat pesan terakhir atau alasan di balik tindakan menyedihkan itu, namun pihak keluarga meminta privasi dan surat tersebut kini menjadi bagian dari data penyelidikan polisi untuk mengetahui latar belakang peristiwa ini.
Selain berkoordinasi dengan kepolisian, Camat Sitinjo juga menunjukkan sikap tanggap yang patut diapresiasi. Beliau langsung menggunakan telepon genggamnya menghubungi pihak Ambulance untuk segera dikerahkan ke lokasi. Berkat langkah cepat itu, jenazah almarhum I. Limbong segera diangkut dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Sidikalang untuk pemeriksaan lebih lanjut dan penanganan jenazah.
Peristiwa yang sangat menyedihkan ini menjadi tamparan keras sekaligus pengingat mendalam bagi kita semua, terutama para orang tua, pelajar, dan masyarakat luas. Kehilangan nyawa seorang anak yang masih berstatus pelajar, yang seharusnya sedang berjuang mengejar cita-cita, adalah kerugian besar bagi keluarga dan daerah.
Pemerintah Kecamatan Sitinjo dan seluruh elemen masyarakat mengajak kepada seluruh warga, khususnya para generasi muda dan pelajar: Jangan pernah berpikir atau melakukan tindakan nekat yang merenggut nyawa sendiri, apa pun masalah yang sedang dihadapi. Ingatlah, masalah ada untuk diselesaikan, bukan diakhiri dengan cara menyakiti diri sendiri. Nyawa sangat berharga, masa depan masih panjang, dan selalu ada jalan keluar serta orang-orang yang siap mendengarkan dan membantu.
Jika ada beban berat, rasa sedih, atau tekanan yang dirasa tak tertahankan, ceritakanlah kepada orang tua, guru, tokoh agama, atau pihak berwenang. Jangan dipendam sendiri sampai meledak menjadi tindakan yang menyesakkan hati seumur hidup seperti ini.
Mari kita sama-sama menjaga anak-anak , mengawasi, dan saling menguatkan. Jangan biarkan peristiwa serupa terulang kembali di tengah masyarakat kita.
(LTH)
























