banner 728x250

Perkuat Transformasi Digital, Disdik Pekanbaru Gelar Bimtek Buku Interaktif bagi Guru SDN Se kota Pekanbaru

banner 120x600
banner 468x60

PEKANBARU — Mediamutiara.com Dalam upaya mengakselerasi kualitas mutu pendidikan berbasis teknologi, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru menggelar agenda Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembuatan Buku Sekolah Interaktif dan Literasi Dunia. Kegiatan yang diikuti oleh guru-guru SDN se-Kota Pekanbaru ini berlangsung khidmat di Hotel Grand Suka, pada 4 Februari 2026.

Kegiatan ini dirancang untuk membekali tenaga pendidik dengan keterampilan menyusun bahan ajar modern yang adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperluas wawasan literasi global.

banner 325x300

Menuju Pembelajaran yang Menyenangkan
Melalui pesan singkat, Kabid SD Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Sardius, M.Pd, menyampaikan harapan besarnya agar momentum ini menjadi pemantik semangat baru bagi para guru.

“Dengan penguasaan pembuatan buku interaktif dan literasi dunia ini, kita ingin guru-guru lebih bersemangat dalam berinovasi. Tujuannya jelas: menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan sehingga motivasi siswa dalam menuntut ilmu terus meningkat secara signifikan,” ujar Sardius.

Guru sebagai Pejuang Digital
Senada dengan hal tersebut, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Syafrian Tommy, S.STP, M.Si, menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bagian integral dari visi besar pemerintah dalam transformasi digitalisasi pendidikan.

Ia menjelaskan bahwa infrastruktur teknologi, seperti bantuan papan tulis interaktif digital yang mulai didistribusikan ke sekolah-sekolah, harus dibarengi dengan kesiapan sumber daya manusia.

“Prioritas pemerintah saat ini adalah transformasi digitalisasi pembelajaran. Untuk memaksimalkan fasilitas yang ada, diperlukan penguatan peran guru sebagai Pejuang Digital,” ungkap Syafrian Tommy lewat pesan tertulisnya.

Kemudian ia menambahkan bahwa target akhir dari digitalisasi ini bukan sekadar kecanggihan alat, melainkan esensi dari proses belajar itu sendiri.

“Kita ingin menciptakan pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, serta menyenangkan bagi seluruh anak didik di Kota Pekanbaru,” tutupnya.(KRT)

banner 325x300