Pekanbaru – Mediamutiara.com Menanggapi berbagai dinamika yang berkembang terkait kondisi Kabupaten Kuantan Singingi maupun kritik terhadap peran organisasi mahasiswa, saya sebagai mantan Ketua Umum Ikatan Pelajar Mahasiswa Kuantan Singingi (IPMAKUSI) Pekanbaru memandang bahwa setiap kritik merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang harus dihormati selama disampaikan secara bertanggung jawab.
Sebagai putra daerah, saya menyampaikan keprihatinan atas berbagai persoalan yang beberapa tahun terakhir menempatkan Kabupaten Kuantan Singingi dalam sorotan publik. Situasi tersebut tentu menjadi perhatian bersama karena menyangkut kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah. Oleh karena itu, seluruh proses hukum yang sedang berjalan harus dihormati sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah.
Di tengah kondisi tersebut, organisasi mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk menjalankan fungsi kontrol sosial secara objektif, independen, berbasis data, serta mampu menghadirkan gagasan dan solusi bagi kemajuan daerah. Mahasiswa tidak cukup hanya menjadi pengkritik, tetapi juga harus menjadi mitra strategis dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Saya juga menaruh perhatian terhadap kondisi internal IPMAKUSI Pekanbaru. Regenerasi kepemimpinan merupakan amanah organisasi yang tidak boleh diabaikan. Apabila masa kepengurusan telah berakhir, maka menjadi kewajiban moral dan organisatoris bagi pengurus untuk segera menyelenggarakan Musyawarah Besar (MUBES) sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), sehingga organisasi kembali memiliki legitimasi kepemimpinan yang kuat.
Energi organisasi semestinya difokuskan pada penyelesaian agenda internal, penguatan kaderisasi, serta peningkatan kontribusi nyata bagi masyarakat Kuantan Singingi. Jangan sampai organisasi kehilangan marwah hanya karena mengabaikan mekanisme regenerasi yang menjadi ruh sebuah organisasi mahasiswa.
Saya mengajak seluruh alumni, senior, pengurus aktif, dan seluruh kader IPMAKUSI untuk mengedepankan persatuan, menjaga independensi organisasi, serta menjadikan kepentingan masyarakat Kuantan Singingi sebagai prioritas utama di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
IPMAKUSI dibentuk sebagai wadah perjuangan intelektual, pengabdian, dan pengkaderan calon pemimpin daerah. Marwah organisasi hanya akan terjaga apabila seluruh elemen berkomitmen menjalankan organisasi sesuai konstitusi dan nilai-nilai yang telah diwariskan oleh para pendahulu.
Demikian pernyataan ini saya sampaikan sebagai bentuk tanggung jawab moral terhadap organisasi dan daerah yang sama-sama kita cintai.
Wiriyanto Aswir
Mantan Ketua Umum IPMAKUSI Pekanbaru.(***)
























