banner 728x250
Berita  

Dinilai Pasif Sikapi Kondisi Kampung Halaman, Mantan Ketum IPMAKUSI Diminta Angkat Bicara

banner 120x600
banner 468x60

KUANTAN SINGINGI — Mediamutiara.com Di tengah gegap gempita kemeriahan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-44 tingkat Provinsi Riau, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) justru diguncang isu miring. Informasi mengejutkan terkait kehadiran tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di wilayah tersebut mendadak menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat.
Kondisi ini memicu reaksi keras dari Aktivis Muda Riau, Diki Syahputra. Ia menyayangkan sikap pengurus Ikatan Pelajar Mahasiswa Kuantan Singingi (IPMAKUSI) Pekanbaru saat ini yang dinilai pasif, diam, dan seolah menutup mata terhadap persoalan krusial di kampung halaman sendiri.
“Saya melihat sampai saat ini belum ada sikap dari teman-teman IPMAKUSI. Saya tidak tahu apa penyebab bungkamnya gerakan mahasiswa saat ini,” ujar Diki kepada media, 01/07/2026.

Diki kemudian membandingkan loyonya pergerakan mahasiswa hari ini dengan kepengurusan masa lalu. Menurutnya, IPMAKUSI dahulu dikenal sebagai garda terdepan dalam mengawal kebijakan daerah.
“Biasanya di zaman Ketum Wiriyanto Aswir, IPMAKUSI sangat aktif dan progresif dalam mengontrol roda pemerintahan, khususnya terhadap kebijakan Pemkab Kuansing,” kenangnya.
Melihat kondisi tersebut, Diki secara terbuka mendesak mantan Ketua Umum IPMAKUSI yang kini menjabat sebagai Ketua Umum BADKO HMI Riau-Kepri, Wiriyanto Aswir, untuk kembali mengambil sikap dan ‘turun gunung’.
“Apabila pengurus IPMAKUSI saat ini tidak mampu bersikap atau mengeluarkan pernyataan tegas mengenai peristiwa yang sedang terjadi di Kuansing, maka sebaiknya kanda Wiriyanto Aswir segera turun gunung untuk memberikan arah,” tegas Diki.
Kontras di Tengah Slogan ‘Siang Bapacu, Malam Mangaji’
Kehadiran lembaga antirasuah ini menjadi ironi tersendiri bagi daerah berjuluk Negeri Bermarwah tersebut. Pasalnya, Kuansing saat ini tengah sukses menyelenggarakan MTQ ke-44 tingkat provinsi yang dibuka langsung oleh Menteri Agama RI.
Acara keagamaan akbar tersebut bahkan disinergikan secara apik dengan budaya lokal melalui Festival Pacu Jalur yang mengusung tema filosofis: “Siang Bapacu, Malam Mangaji”.
Namun, di balik riuhnya sorak penonton di tepian sungai dan syahdunya lantunan ayat suci, desakan agar elemen mahasiswa kembali ke khitah-nya sebagai agen kontrol sosial kini terus bergulir demi transparansi tata kelola pemerintahan Kuansing.(***)

banner 325x300