banner 728x250
Berita  

Kasus Kematian Naman P. Berasa: Gelar Perkara Polda Sumut Ungkap Dua Titik Krusial, Keterlibatan Oknum APH dan Hilangnya Saksi Kunci Jadi Tanda Tanya Hukum Negara

banner 120x600
banner 468x60

MEDAN – Mediamutiara.Com  Kematian Naman P. Berasa atau yang akrab disapa NPB, kembali membuka luka dan sekaligus menyoroti tajam wajah penegakan hukum di negara ini. Gelar perkara khusus yang digelar Polda Sumatera Utara, Selasa (2/6/2026), berlangsung alot selama lima jam, mulai pukul 11.00 hingga 16.00 WIB. Pertemuan yang mempertemukan tim pengawas Polda dan penyidik Polres Dairi ini, justru menampakkan celah besar dan ketidakjelasan yang seolah menjadi pola dalam penanganan kasus di daerah.

Sebagai pihak yang paling mendalami kasus ini, Majelis Pimpinan Cabang markas besar (Macab) Laskar Merah Putih (LMP) Dairi mengamati jalannya sidang perkara dengan seksama. Terungkap, ada tiga pokok utama yang menjadi sorotan tajam dalam pembahasan: apa penyebab sebenarnya kematian korban, dugaan kuat keterlibatan oknum Aparat Penegak Hukum (APH), serta fakta mengerikan bahwa saksi kunci bernama HT hingga kini raib tak berbekas.

banner 325x300

Menurut penjelasan Ahli Hukum Pidana yang hadir dalam forum tersebut, seluruh hasil kerja penyidik Polres Dairi telah dipaparkan secara lengkap. Namun, di tengah pemaparan itu, muncul dua arus besar yang saling tarik-menarik dan membuat arah penyelidikan terpecah. Di satu sisi, tim gelar perkara menekankan keharusan menemukan keberadaan HT sampai ketemu, karena keberadaan saksi ini adalah kunci pembuka seluruh kebenaran. Namun di sisi lain, tim juga dihadapkan pada kewajiban besar untuk mengungkap fakta murni mengenai apa yang sebenarnya menyebabkan nyawa Naman P. Berasa melayang.

Proses gelar perkara ini pun berjalan tertutup dan penuh rahasia. Pada sesi pertama, Pihak Keluarga dan Korban diminta meninggalkan ruangan, sehingga publik pun tak bisa mengetahui apa yang sesungguhnya dibahas di balik pintu tertutup tersebut. Baru pada sesi kedua, diskusi mendalam berlangsung secara eksklusif antara tim gelar perkara Polda Sumut dan penyidik dari Polres Dairi.

Yang paling memiriskan hati, hingga berita ini diturunkan, belum ada satu pun kesimpulan mutlak yang diambil. Kasus ini masih menggantung, menunggu hasil final kesepakatan antara penyidik tingkat pertama di Dairi dan pengawas di Polda Sumut.

Kematian Naman P. Berasa kini bukan sekadar berita kematian biasa. Kasus ini menjadi cermin buram penegakan hukum di negeri ini: di mana saksi kunci bisa hilang begitu saja, di mana nama aparat diduga terlibat, dan di mana kebenaran atas nyawa manusia seolah harus diperjuangkan dengan sangat sulit dan berliku. Publik kini menanti: apakah hukum akan berdiri tegak untuk Naman, atau lagi-lagi akan terbungkam oleh kepentingan yang tak terungkap?

(LTH)

banner 325x300