KECAMATAN KERAJAAN — Mediamutiara.Com Di tengah puing dan duka yang menyelimuti warga Natam, Desa Majanggut I, hadir sebuah kepedulian yang sederhana namun menusuk tepat di hati. Anggota DPRD kabupaten Pakpak Bharat Selloh Cibro menyambangi para korban kebakaran yang enam rumahnya hangus tak bersisa, bukan untuk tampil berkilauan, melainkan sungguh-sungguh ingin meringankan beban yang terasa begitu berat dipikul sendirian.
Bukan karena berlimpah harta, bukan pula karena kedudukan. Langkah ini diambil karena tak sanggup melihat saudara kita berdiri terpaku di atas sisa-sisa rumah yang lenyap dilalap api. Apa yang dikumpulkan bertahun-tahun dengan keringat, sekejap mata menjadi abu. Sebagian warga bahkan hanya menyelamatkan pakaian yang melekat di tubuh — tak ada alas, tak ada tempat berteduh, tak ada pegangan.
“Saya datang bukan untuk memberikan kemewahan, melainkan untuk mengulurkan tangan sesama anak bangsa. Bantuan ini mungkin tak seberapa, namun semoga menjadi tanda: kalian tidak ditinggalkan sendirian. Masih ada kami, masih ada saudara yang peduli.” — ucap Selloh Cibro di hadapan warga yang berduka.
Musibah memang merampas atap dan harta benda, tetapi tidak boleh merampas harapan. Apa yang diberikan hari ini mungkin tak sebanding dengan apa yang hilang, namun ia adalah pengingat paling nyata: di saat terpuruk, kita masih punya satu sama lain. Itulah kekayaan yang tak bisa dibakar, tak bisa dirampas, dan tak akan hilang.
Semoga langkah ini menguatkan dada yang sedang sesak, dan menjadi bukti bahwa di balik duka, Tuhan tetap mengirimkan tangan-tangan untuk menopang. Badai pasti berlalu, dan dari sisa-sisa abu ini, akan tumbuh kembali harapan yang lebih kokoh — berkat kasih sesama yang tak pernah putus.
(LTH)
























