PEKANBARU — Mediamutiara.com Isu yang berkembang mengenai rencana majunya pengusaha nasional, H. Wan Muhammad Hasyim, S.E., Ak., dalam bursa Pemilihan Walikota (Pilwako) Pekanbaru maupun Pemilihan Gubernur (Pilgub) Riau akhirnya terbantahkan.
Diki Syahputra, seorang tokoh pemuda, menegaskan bahwa pria yang akrab disapa “Suhu Wan” tersebut sama sekali tidak memiliki ketertarikan pada dunia politik praktis. Menurutnya, fokus utama pendiri jaringan ritel nasional Idolmart itu saat ini murni untuk mengabdi dan menebar manfaat bagi masyarakat luas.
“Bapak H. Wan Muhammad Hasyim atau Suhu Wan adalah orang baik yang hanya ingin mengabdikan diri untuk menebar manfaat kepada sesama manusia,” ujar Diki kepada media.
Selain dikenal sebagai salah satu pengusaha sukses di bidang ritel, Suhu Wan juga aktif sebagai tokoh masyarakat. Ia kerap meluangkan waktu dan pikirannya untuk memajukan berbagai organisasi serta paguyuban sosial.
Diki kemudian menceritakan kembali kisah perjuangan hidup Suhu Wan yang penuh lika-liku di dunia bisnis, yang sempat dibagikan langsung kepadanya dalam sebuah diskusi santai.
“Saya pernah duduk bersama beliau dan bercerita panjang lebar mengenai kisah hidup serta perjuangannya di bidang bisnis. Beliau sempat mendirikan 36 gerai Idolmart, lalu mengalami ujian berat hingga bangkrut. Namun, beliau berhasil bangkit kembali dan kini sukses mendirikan hingga 149 gerai Idolmart,” ungkap Diki.
Dari rekam jejak itu, Diki meyakini bahwa karakter Suhu Wan adalah seorang pejuang tangguh dan pemikir sosial, bukan seorang pemburu jabatan politik. Dalam pertemuan tersebut, Suhu Wan juga sempat menegaskan komitmen pribadinya.
“Singkat cerita, beliau menyampaikan kepada saya bahwa beliau tidak akan masuk ke dunia politik maupun partai politik. Beliau murni hanya ingin menebar kebaikan untuk orang banyak melalui organisasi dan paguyuban yang diikutinya,” tambahnya.
Menutup pernyataannya, Diki menegaskan bahwa jika Suhu Wan memang memiliki syahwat politik, momentum untuk maju sebagai kepala daerah sudah diambilnya sejak dulu, mengingat besarnya dukungan dan tawaran yang masuk.
“Seandainya Suhu Wan tertarik dengan politik, sejak lama beliau sudah ditawarkan untuk mencalonkan diri menjadi Walikota ataupun Gubernur. Namun, semua peluang itu beliau tolak,” pungkas Diki.(Red)
























