banner 728x250
Berita  

PETI di Desa Pulau Busuk Kian Menjamur, Ganggu Ketenangan Belajar Siswa SMA

banner 120x600
banner 468x60

KUANTAN SINGINGI – Mediamutiara.com Deru mesin dompeng dari aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kembali memekakkan telinga di aliran Sungai Batang Kuantan. Meski jelas melanggar hukum, praktik ilegal ini dilaporkan semakin masif di Desa Pulau Busuk, Kecamatan Inuman, bahkan lokasinya tak jauh dari lingkungan sekolah.
Pantauan tim media di lapangan menunjukkan pemandangan memprihatinkan. Deretan rakit PETI beroperasi bebas tanpa rasa takut, seolah-olah aturan dalam Undang-Undang Minerba hanyalah pajangan belaka. Para pelaku secara terang-terangan menantang ketegasan hukum di wilayah hukum Kabupaten Kuantan Singingi.
Pendidikan Terancam, Lingkungan Terkoyak
Ironisnya, aktivitas ilegal ini mulai merambah zona pendidikan. Lokasi tambang yang berdekatan dengan SMA setempat membuat proses belajar mengajar tidak lagi kondusif akibat polusi suara dari mesin penyedot emas.
“Sangat mengganggu ketenangan belajar siswa kalau dibiarkan rakit-rakit PETI itu terus beroperasi. Kami hanya bisa menonton lingkungan kami dirusak pelan-pelan,” tutur seorang narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan dengan nada getir, Senin (27/04/2026).
Selain mengganggu pendidikan, ancaman nyata kini membayangi masa depan Kecamatan Inuman.
Ancaman Merkuri, Penggunaan bahan kimia berbahaya (merkuri) kini mengintai kesehatan masyarakat yang masih bergantung sepenuhnya pada air sungai.
Abrasi Tebing Sungai, Penyedotan pasir secara liar menyebabkan dinding sungai terkikis, mengancam hilangnya lahan warga di sepanjang aliran Batang Kuantan.

Keberanian para pelaku beroperasi secara terbuka menjadi tamparan keras bagi penegakan hukum. Masyarakat kini menaruh harapan besar pada pundak Polres Kuansing untuk segera bertindak.
Warga mendesak kepolisian tidak lagi sekadar memberikan imbauan atau sosialisasi, melainkan aksi nyata berupa penertiban total dan pembersihan rakit di Desa Pulau Busuk.
Pertanyaan besar kini tertuju pada otoritas terkait, Sampai kapan nadi Sungai Batang Kuantan dibiarkan tercekik oleh keserakahan oknum tak bertanggung jawab, Publik menunggu tindakan tegas sebelum kerusakan lingkungan menjadi permanen dan masa depan generasi muda di Inuman tergadaikan. (Red)

banner 325x300