DAIRI – Mediamutiara.com Kondisi ruas jalan menuju Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Silahisabungan di Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi, kian memprihatinkan. Tumpukan sampah rumah tangga kini hampir menutupi seluruh badan jalan, Rabu (17/12/2025).
Kondisi ini tidak hanya mengganggu estetika, tetapi juga mulai melumpuhkan aktivitas warga sekitar dan pengguna jalan yang melintas.
Berikut adalah fakta-fakta di lapangan yang dirangkum terkait menumpuknya sampah di kawasan tersebut:
1. Separuh Jalan Aspal “Menghilang”.
Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa tumpukan sampah yang didominasi limbah rumah tangga telah memakan bahu jalan hingga ke tengah aspal. Akibatnya, kendaraan yang melintas harus bergantian dan ekstra waspada karena ruang gerak yang semakin sempit.
“Untuk beraktivitas, jalan ini hanya separuhnya yang bisa dilintasi. Kalau tidak segera ditangani, jalan ini bisa tertutup total,” ujar seorang warga setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan.
2. Aroma Busuk Menyengat yang Meresahkan.
Selain menghambat lalu lintas, warga mengeluhkan bau busuk yang menyengat, terutama saat cuaca panas atau setelah diguyur hujan. Aroma tidak sedap ini mulai mengganggu kesehatan dan kenyamanan warga yang bermukim tak jauh dari lokasi tersebut.
3. Armada Pengangkut Sampah Macet Berbulan-bulan.
Menurut penuturan warga, biasanya sampah di lokasi tersebut rutin diangkut setiap hari Kamis. Namun, sudah berbulan-bulan layanan pengangkutan sampah tidak tampak beroperasi.
Bahkan, sebuah gerobak sampah milik dinas terkait yang ditinggalkan di lokasi terpantau sudah penuh sesak dan terbengkalai, menjadi bagian dari gundukan sampah yang meluber.
4. Minimnya Fasilitas Pembuangan Sampah.
Warga mengaku terpaksa membuang sampah di lokasi tersebut karena tidak adanya alternatif tempat pembuangan sampah (TPS) yang memadai di desa-desa sekitar. Fenomena “buang sampah dari kendaraan” juga marak terjadi, di mana warga dari luar daerah kerap berhenti sejenak hanya untuk melempar bungkusan sampah ke pinggir jalan.
5. Sorotan Terhadap Pemerintah Setempat
Hingga berita ini diturunkan, tumpukan sampah tersebut seolah dibiarkan tanpa penanganan serius. Warga menyayangkan sikap pemerintah setempat, baik pihak Kecamatan maupun Desa, yang dinilai belum mengambil kebijakan konkret untuk mengatasi persoalan yang sudah berlarut-larut ini.
Masyarakat berharap Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Dairi segera turun tangan sebelum tumpukan sampah benar-benar menutup akses vital menuju PLTA Silahisabungan.
(LTH)
























