banner 728x250
Berita  

Dibiarkan Rusak Bertahun-tahun, Irigasi LK I Pasar Gunung Tua Diperbaiki Petani Pakai Dana Swadaya

banner 120x600
banner 468x60

GUNUNG TUA — Mediamutiara.Com Ratusan hektare sawah yang menjadi sumber kehidupan masyarakat Kabupaten Padang Lawas Utara, kini gagal tanam, salah satunya di LK I Pasar Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), kini persawahan mereka kering kerontang karena sistem irigasi tidak berfungsi semestinya serta tak pernah mendapat perbaikan, pemeliharaan dari pemerintah Kabupaten.

Kondisi jaringan irigasi LK I memprihatinkan, “dimana sebahagian talud longsor, dan saluran primer dipenuhi lumpur serta eceng gondok” akibatnya air dari sumber tidak bisa mengalir ke lahan petani saat musim tanam tiba.

banner 325x300

“Sudah 3 tahun begini pak. Tiap mau tanam pasti gagal karena tidak ada air, Kami sudah lapor ke mana-mana tapi tidak ada yang datang, ucap Wr Siregar salah satu warga LK I, Sabtu 6/9/2026.

Ironisnya, “selama ini pemeliharaan kecil-kecilan hanya dilakukan oleh petani sendiri”. Dana untuk Menyewa ekskavator, upah, dan alat gotong royong dikumpulkan secara swadaya patungan antar petani di Lingkungan 1 Pasar Gunung Tua.

“Kami patungan Rp50 ribu – Rp100 ribu per orang. Kumpul seadanya buat beli semen nambal yang jebol. Tapi itu tidak cukup. Kerusakannya sudah terlalu besar untuk tenaga dan uang kami.

“Dengan gagal tanam terus menerus, ekonomi warga langsung terpukul”.

Pemerhati Lingkungan dan Aktivis pergerakan, Shandy Pratama Siregar menjelaskan kondisi ini sebagai bentuk pengabaian negara terhadap petani.

“Ini sudah keterlaluan. Negara dan Pemerintah Daerah Kabupaten Padang Lawas Utara “punya kewajiban menyediakan dan memelihara infrastruktur irigasi” Tetapi faktanya petani di LK I dipaksa memperbaiki sendiri dengan uang patungan. Swadaya itu bagus, tapi tidak bisa menggantikan tanggung jawab pemerintah,” tegas Shandy.

Ia mendesak juga pemkab Padang Lawas Utara melalui Dinas PUPR dan Dinas Pertanian Kab. Padang lawas utara & Provinsi Sumatera utara, segera melakukan perbaikan total dan menganggarkan pemeliharaan rutin.

“Jangan sampai karena irigasi rusak, sawah produktif beralih fungsi. Ini soal ketahanan pangan kita. Petani sudah berkorban swadaya, sekarang giliran negara hadir,” ujarnya.

Senada diutarakan oleh warga LK I “Oloan Harahap berharap tahun ini ada kepastian dari Pemerintah Daerah”, kami tidak minta muluk-muluk, hanya minta air bisa mengalir lagi ke sawah seperti sediakala.

“Kami capek patungan terus. Tolong perbaiki irigasi kami pak Bupati, jangan biarkan kami bisa menderita, kami berpenghasilan dari bertani serta kami juga ingin hidup layak dan sejahtera” pungkas warga.

Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait belum memberikan tanggapan resmi.

(Tim/LTH)

banner 325x300