KUANTAN SINGINGI — Mediamuti a.com Di saat masyarakat di berbagai pelosok nusantara bersuka cita merayakan kemerdekaan, warga Desa Sungai Langsat, Kecamatan Pangean, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) justru masih harus berjuang melawan realitas pahit. Bagi mereka, kemerdekaan yang sesungguhnya belum menyentuh jalan-jalan di desa mereka.
Setiap hari, warga harus bergelut dengan kepungan debu pekat yang dipicu maraknya lalu-lalang kendaraan berat milik perusahaan. Dampak paling nyata dirasakan oleh anak-anak sekolah. Baju seragam yang semula bersih kerap berubah warna kusam akibat paparan debu di sepanjang perjalanan menuju dan pulang sekolah.
Kondisi ini tak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak yang rentan terserang penyakit saluran pernapasan.
Warga merasa kian dianaktirikan. Sebab, sejumlah desa tetangga telah menikmati akses jalan beraspal yang mulus. Sementara di Sungai Langsat, warga terjebak dalam siklus yang tak pernah usai: jalanan berdebu tebal saat musim kemarau, dan berubah menjadi kubangan lumpur licin sewaktu musim hujan.
Ironisnya, fasilitas jalan publik yang dibangun dari uang pajak rakyat kini lebih banyak dinikmati oleh armada angkutan perusahaan. Perusahaan mengeruk keuntungan dari mobilitas tersebut, sementara warga lokal hanya kebagian dampak negatifnya.
Tokoh masyarakat Desa Sungai Langsat, Arpison, menyuarakan kekecewaan mendalam terhadap jajaran DPRD dan Pemerintah Kabupaten Kuansing. Ia mendesak para wakil rakyat untuk turun langsung ke lapangan dan tak sekadar mengumbar janji manis saat masa kampanye atau reses.
“DPRD Kuansing, tolong buka mata! Jangan hanya datang membawa janji saat kampanye dan reses. Datang dan lihat sendiri bagaimana anak-anak kami harus melawan debu tiap kali berangkat sekolah. Kami butuh bukti jalan yang layak, bukan sekadar janji,” tegas Arpison.
Warga berharap Pemkab dan DPRD Kuansing segera mengambil langkah konkret untuk meninjau lokasi, menertibkan aktivitas angkutan perusahaan, dan merealisasikan pembangunan jalan yang berkeadilan. Sebab bagi warga Sungai Langsat, kemerdekaan bukan sebatas seremonial perayaan, melainkan hak untuk hidup sehat dan menikmati hasil pembangunan yang merata.(Boby
Jerat Debu di Sungai Langsat: “Kami Belum Merasakan Kemerdekaan!”
























