banner 728x250

DI BAWAH POHON SAWIT, AYAH BOY SIMAMORA MENANGIS: “SAMPAI KAPAN NAK, KEADILAN UNTUKMU DATANG

banner 120x600
banner 468x60

TAPANULI TENGAH — Mediamutiara.com 09 Juli 2026– Angin sore menggerakkan pelepah kelapa sawit. Di bawah rindangnya, seorang ayah berdiri sendiri. Baju hitamnya lusuh. Matanya menatap jauh, entah kemana.

Di tempat itulah ia melepas rindu dan luka.

banner 325x300

Nasibku orang susah ini… Anakku Boy Simamora sampai sekarang belum juga bisa terungkap misteri kematianmu nak.

Suara itu pelan. Tapi setiap katanya menampar hati siapa saja yang mendengar.

Ia bukan siapa-siapa. Hanya petani. Hanya “orang kecil. Tapi kehilangan anaknya sama sakitnya dengan siapa pun.

Saya sudah lapor Pak. Saya sudah minta tolong. Tapi sampai hari ini, saya belum tahu siapa yang tega membunuh anak saya. Saya cuma mau satu: usut tuntas. Tangkap pelakunya.

Sawit Saksi Bisu
Pohon-pohon sawit di sekelilingnya seperti jadi saksi bisu. Mereka sudah melihat berapa kali ayah ini datang ke kebun, duduk, lalu menangis

Tapi di kebun ini, yang ada hanya seorang ayah dan doanya yang belum terjawab.

Pak Polisi… Pak pemerintahan…Ingat kami. Jangan biarkan kami mati dalam penantian.

Di bawah pohon sawit itu, keadilan masih menunggu. Dan seorang ayah masih menunggu.(Tim)

banner 325x300