banner 728x250
Berita  

Tragedi Tambang Ilegal di Kuantan Mudik Renggut Nyawa Remaja, Maut Mengintai di Balik Gemerlap Emas

banner 120x600
banner 468x60

 

Kuansing, Mediamutiara.com – Sebuah kabar duka yang menggemparkan menyelimuti Kecamatan Kuantan Mudik. Seorang remaja belia, Dandi Mardoli (20), warga Desa Saik, harus meregang nyawa di lokasi yang penuh risiko: sebuah area pertambangan ilegal di kawasan Kebun Nopi. Peristiwa nahas yang terjadi pada Kamis sore (08/05/2025) sekitar pukul 16.00 WIB ini, sontak meninggalkan luka mendalam bagi keluarga dan menyisakan pertanyaan besar tentang bahaya yang terus mengintai di balik aktivitas penambangan tanpa izin.

banner 325x300

Kabar pilu ini dikonfirmasi langsung oleh Husnul Arifin, kakak kandung korban, yang dengan suara bergetar membenarkan kepergian sang adik. “Iya bang, itu adik saya yang meninggal di lokasi dompeng di daerah Kebun Nopi, Kecamatan Kuantan Mudik,” ujarnya kepada awak media, Kamis malam.
Kejadian ini bukan hanya sekadar hilangnya nyawa seorang pemuda.

Lebih dari itu, tragedi ini menjadi pengingat betapa berbahayanya aktivitas pertambangan ilegal yang marak terjadi di berbagai daerah. Demi mencari rezeki atau mungkin tergiur janji manis keuntungan sesaat, nyawa menjadi taruhan utama. Kondisi kerja yang tidak terjamin keamanannya, minimnya pengawasan, serta potensi longsor dan kecelakaan kerja lainnya, menjadi ancaman nyata bagi para pekerja di tambang-tambang ilegal ini.
Kematian Dandi Mardoli menambah daftar panjang korban jiwa akibat aktivitas pertambangan ilegal. Ironisnya, di usia yang begitu muda, impian dan masa depannya harus pupus di tengah aktivitas yang melanggar hukum dan penuh risiko.
Pihak berwenang diharapkan dapat segera bertindak tegas untuk menindak praktik pertambangan ilegal yang semakin meresahkan ini.
Selain penegakan hukum, perlu adanya upaya sosialisasi dan pemberdayaan masyarakat agar tidak terjerumus dalam aktivitas berbahaya ini. Tragedi Dandi Mardoli harus menjadi pelajaran berharga agar kejadian serupa tidak terulang kembali, dan nyawa generasi muda tidak lagi menjadi korban di balik gemerlap “emas” ilegal.

banner 325x300