banner 728x250
Berita  

RSUD dr Iskak Tulungagung Jadi Lokus Uji Coba Rujukan Berbasis Kompetensi, Pasien Ditargetkan Lebih Cepat Ditangani

banner 120x600
banner 468x60

TULUNGAGUNG — MUTIARA COM Sistem rujukan pasien di Indonesia kini mulai mengarah pada kebutuhan medis serta kompetensi layanan rumah sakit, bukan lagi semata-mata bergantung pada tipe atau jenjang faskes. Perubahan fundamental ini diuji coba secara nasional melalui penerapan Rujukan Berbasis Kemampuan Pelayanan (RBKP).
RSUD dr Iskak Tulungagung terpilih menjadi satu dari empat rumah sakit percontohan (lokus) di Indonesia untuk menjalankan uji coba sistem baru tersebut. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi pelayanan kesehatan nasional yang berjalan beriringan dengan penerapan Indonesia Diagnosis Related Group (iDRG) dan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS).
Plt. Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menyampaikan bahwa sistem RBKP diharapkan mampu menyederhanakan alur rujukan pasien Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) agar lebih tepat sasaran.
“Tidak selalu rumah sakit dengan tipe lebih tinggi unggul di semua bidang. Ada rumah sakit yang punya kompetensi khusus pada layanan tertentu, sehingga pasien bisa langsung dirujuk sesuai kebutuhan medisnya,” ujar Emil saat menghadiri advokasi uji coba RBKP, iDRG, dan KRIS di RSUD dr Iskak Tulungagung, Jumat (25/9/2026).
4 Lokus Uji Coba Nasional
Selain RSUD dr Iskak Tulungagung, uji coba skala nasional ini juga digelar di tiga daerah lainnya:
Kota Bandung
Kota Makassar
Kabupaten Muara Enim
Lewat mekanisme RBKP, penentuan rujukan berpatokan pada kompetensi pelayanan dan ketersediaan tenaga medis. Pasien tak lagi wajib melewati rujukan berjenjang secara bertahap jika fasilitas dan spesialis yang dibutuhkan sudah tersedia di rumah sakit tujuan. Pola ini diyakini mampu memangkas waktu tunggu sekaligus mempercepat penanganan darurat.
Input Rujukan Cepat: Cuma 2 Menit 47 Detik
Kesiapan RSUD dr Iskak menjalankan sistem anyar ini terbukti pada sesi simulasi. Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes, Azhar Jaya, mengungkapkan bahwa tenaga kesehatan setempat sanggup melakukan input data rujukan hanya dalam waktu 2 menit 47 detik—jauh lebih cepat dari batas maksimal standar pemerintah, yakni 4 menit.
Azhar menilai Tulungagung dipilih karena unggul dari sisi kesiapan fasilitas, kualitas SDM, hingga sistem pelayanan terpadu.
iDRG Siap Gantikan INA-CBG dan Progres KRIS
Transformasi ini juga membawa perubahan pada sistem pembiayaan dan fasilitas perawatan:
Pengembangan iDRG: Sistem Indonesia Diagnosis Related Group disiapkan untuk menggantikan pola pembayaran INA-CBG demi menghasilkan pengelompokan kasus medis yang lebih akurat dan efisien.
Capaian Standar KRIS: Evaluasi awal mencatat kesiapan fasilitas ruang rawat inap standar (KRIS) di RSUD dr Iskak telah mencapai 59%, dan ditargetkan menembus 79% pada tahun depan melalui sejumlah renovasi bertahap tanpa mengganggu kapasitas layanan harian.
Masa uji coba integrasi RBKP, iDRG, dan KRIS ini akan berlangsung selama 6 hingga 12 bulan. Hasil evaluasi lapangan akan menjadi basis keputusan pemerintah sebelum menerapkan sistem rujukan berbasis kompetensi ini secara serentak di seluruh Indonesia.
(HARSONO / Kabiro Tulungagung)

banner 325x300