Kuantan Singingi – Mediamutiara.com – Sebuah praktik terlarang yang mencengangkan terungkap di jantung Kuantan Singingi, Pulau Lida dan Danau Nibung di Desa Tanjung Pauh, yang seharusnya menjadi permata alami, kini diduga kuat telah berubah menjadi sarang masif bagi penambang emas tanpa izin (PETI).
Bayangkan, Puluhan, bahkan mungkin ratusan, mesin dompeng meraung tanpa henti, merobek ketenangan alam dan berpotensi mencemari lingkungan yang asri. Ironisnya, ketika tim investigasi media mencoba menguak tabir misteri ini pada Rabu (21/5/2025), warga setempat kompak bungkam, seolah ada tembok rahasia yang melindungi para pelaku.
Sumber terpercaya bahkan memberikan petunjuk mengejutkan “Kalau tidak percaya, coba saja langsung ke lokasi, masuk dari simpang RAPP Tanjung Pauh” Sebuah tantangan sekaligus indikasi betapa terbukanya praktik ilegal ini.
Misteri semakin pekat ketika dugaan mengarah pada warga desa Tanjung Pauh sendiri. Namun, setiap pertanyaan yang diajukan justru disambut dengan keheningan atau lemparan tanggung jawab ke “kedai sebelah.” Ada apa di balik bisu massal ini, Apakah rasa takut ataukah keterlibatan yang membuat lidah mereka kelu
Keberanian tim media dalam mengangkat isu PETI ini adalah sebuah gebrakan nyata. Publik kini bertanya-tanya, Benarkah aparat penegak hukum (APH) memilih untuk “tidur siang” atau justru bertindak tegas memberantas praktik ilegal yang merusak ini, Ataukah mereka memang pura-pura tidak tahu menahu dengan aktivitas yang sudah berlangsung lama ini.
Artikel ini bukan sekadar berita, melainkan sebuah tamparan keras bagi pihak-pihak terkait. Ini adalah seruan lantang untuk keadilan dan pelestarian lingkungan. Siapa sebenarnya dalang di balik gurita PETI di Pulau Lida dan Danau Nibung, Akankah misteri ini terpecahkan, ataukah surga tersembunyi ini akan terus terkoyak oleh keserakahan Kita tunggu gebrakan selanjutnya.
























