KUANTAN SINGINGI — Mediamutiara.com Festival budaya Pacu Jalur 2026 terancam sepi pengunjung. Meredupnya antusiasme masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) tahun ini disinyalir terjadi akibat melesunya kondisi ekonomi warga di tingkat akar rumput.
Terhentinya aktivitas tambang emas harian yang selama ini menjadi mata pencaharian utama warga pelosok membuat daya beli masyarakat anjlok signifikan menjelang hari penutupan (hari-H) perayaan.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Sabtu (08/08/2026), aktivitas ekonomi di sejumlah wilayah pelosok tampak lengang. Warga mengaku terpaksa memangkas anggaran rekreasi demi memenuhi kebutuhan pokok yang kian mendesak.
“Aktivitas tambang harian adalah sekoci penyelamat ekonomi kami. Ketika sumber pendapatan itu dihentikan tanpa adanya solusi transisi, kemeriahan pesta rakyat terpaksa dikorbankan demi bertahan hidup,” ujar salah seorang warga setempat.
Pola penutupan aktivitas tambang yang kerap terjadi mendekati momen Pacu Jalur pun menuai keluhan. Tanpa adanya alternatif mata pencaharian dari pemerintah daerah, perputaran uang di sektor UMKM dan pedagang kecil selama festival diprediksi akan menurun drastis.(Red)
Ekonomi Warga Lumpuh, Kemeriahan Pacu Jalur 2026 Terancam Meredup
























