banner 728x250
Berita  

HATI PERIH Tuan Rumah! Desa Bintang Mersada Kerja Keras, Tapi “Dihapus” di Momen Pembukaan MTQ; Panitia Akui Salah & Minta Maaf

banner 120x600
banner 468x60

DAIRI – Mediamutiara. com Kemeriahan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-51 Tingkat Kabupaten Dairi yang dibuka langsung oleh Bupati Dairi, Ir. Vickner Sinaga, pada Selasa (12/5/2026) di Gedung LPTQ Desa Bintang Mersada, seolah menyisakan dua wajah yang kontras. Di satu sisi, acara berlangsung megah dan khidmat di hadapan Forkopimda, Wakil Bupati, serta ribuan hadirin. Namun di balik panggung megah itu, ada hati yang teriris dan rasa kecewa mendalam dari sang tuan rumah.

Pemerintah Desa Bintang Mersada merasa “tak dianggap” meski telah bertaruh keringat demi suksesnya acara dua hari ini. Kepala Desa Bintang Mersada, Uswatun Bintang, meluapkan kekecewaannya karena jajarannya seolah dihapus dari sejarah saat seremoni pembukaan berlangsung.

banner 325x300

Padahal, di balik layar, Pemerintah Desa telah bekerja keras menyiapkan tempat, fasilitas, hingga mengerahkan tenaga dan pikiran agar ajang bertema “Semangat kolaborasi mewujudkan generasi Qur’ani” ini berjalan mulus. Namun, saat momen puncak tiba—saat nama-nama pejabat dan tokoh dipanggil naik ke podium—Pemerintah Desa justru “disingkirkan”.

“Kami hanya bisa menyaksikan dari pinggir lapangan. Seolah tak ada hubungan apa-apa dengan acara yang digelar di tanah kami sendiri. Kami merasa tidak dianggap, hanya dijadikan pelengkap semata, padahal persiapan kami maksimal,” ungkap Uswatun dengan nada getir, mewakili perasaan seluruh warga yang sudah berkorban waktu dan tenaga.

Pernyataan ini sontak menjadi sorotan publik dan Muspida yang hadir. Bagaimana mungkin kolaborasi digaungkan, tapi tuan rumah justru dikucilkan.

Merespons gelombang kekecewaan yang mulai membara di masyarakat, Ketua Panitia Pelaksana, Selamat Bahagia Maha, tidak menampik. Saat dikonfirmasi awak media pada Rabu (13/5/2026), ia dengan lapang dada mengakui kesalahan fatal tersebut.

Selamat menegaskan telah berkoordinasi langsung dengan Kepala Desa dan meminta maaf secara terbuka. Ia menyebut insiden ini murni akibat kekhilafan teknis dari pihak panitia yang kurang teliti dalam penyusunan susunan acara.

“Hal seperti kekurangan atau kekhilafan itu adalah hal yang biasa terjadi, namun ini menjadi bahan evaluasi kami. Selaku ketua panitia, saya mewakili seluruh jajaran memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Desa Bintang Mersada atas kejadian tersebut,” ujar Selamat, berusaha meredakan ketegangan.

Ia juga tak lupa menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pemerintah desa, perangkat, dan warga yang telah menyediakan fasilitas serta mendukung penuh kegiatan hingga berjalan lancar.

Merespons permintaan maaf panitia, Uswatun Bintang menunjukkan kedewasaan dan jiwa besar. Ia menegaskan pihaknya sama sekali tidak menuntut perlakuan istimewa, melainkan hanya mengharapkan penghargaan sederhana atas hak dan kewajiban selaku tuan rumah.

“Kami memohon maaf jika ada hal yang kurang berkenan dari kami. Kekecewaan ini kami sampaikan dengan jujur agar menjadi pelajaran bersama ke depannya. Kami tetap sangat mendukung kegiatan ini, dan berharap MTQ ke-51 ini berjalan lancar, sukses, dan khidmat sampai acara selesai,” tegas Uswatun, menutup polemik dengan damai.

Polemik ini menjadi pelajaran berharga: sebesar apa pun acara yang digelar, peran desa tuan rumah adalah kunci utama. Semoga ke depannya, semangat kolaborasi bukan hanya slogan di atas panggung, tapi benar-benar terwujud dalam tindakan nyata yang menghargai semua pihak.

Hingga berita ini diturunkan, 8 cabang perlombaan mulai dari Tilawah, Tahfidz, Fahmil Quran, hingga Karya Tulis Ilmiah masih berlangsung dengan tertib dan penuh kekhidmatan.

(LTH)

banner 325x300