banner 728x250
Berita  

Jerigen “Istimewa” di Tengah Antrean Mengular: Potret Ketidak adilan di SPBU Sungai Jering

banner 120x600
banner 468x60

KUANTAN SINGINGI – Mediamutiara.com Pemandangan kontras yang memicu amarah warga tersaji di SPBU Sungai Jering, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau. Di tengah cuaca terik dan antrean kendaraan yang mengular hingga ke bahu jalan, aktivitas pengisian jerigen secara massal justru terlihat berjalan mulus, Sabtu (14/3/2026).
Antrean Melumpuhkan Jalan, Jerigen Melaju Lancar
Sejak pagi hingga siang hari, ratusan pengendara roda dua dan roda empat harus terjebak dalam antrean panjang yang melelahkan. Namun, kesabaran warga diuji saat melihat sejumlah jerigen disusun rapi dan dilayani dengan cekatan oleh oknum petugas SPBU secara bergantian.
Situasi ini memicu kecurigaan besar di kalangan masyarakat: Apakah jerigen kini memiliki kasta lebih tinggi dibanding kendaraan yang mengantre di jalur resmi.
Mencederai Rasa Keadilan Publik
Bagi masyarakat Teluk Kuantan, bahan bakar bukan sekadar komoditas, melainkan urat nadi aktivitas ekonomi. Dugaan adanya “jalur istimewa” bagi para pelansir ini dinilai telah mencederai rasa keadilan publik dan melanggar prosedur standar pelayanan SPBU.
“Kami antre berjam-jam sampai kepanasan di jalan, tapi yang jerigen malah terlihat didahulukan. Ini jelas tidak adil dan harus ditindak tegas,” ujar salah satu pengendara yang enggan disebutkan namanya.
Desakan Sidak dan Sanksi Tegas
Kondisi ini memicu gelombang desakan agar pihak berwenang segera bertindak.
Masyarakat meminta pihak kepolisian segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) guna mengusut dugaan kerja sama antara oknum petugas SPBU dengan para pelansir BBM bersubsidi.
Dinas Perdagangan dan ESDM, Diharapkan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional SPBU Sungai Jering.
Pertamina,Sebagai pengawas nasional, Pertamina diminta tidak menutup mata. Sanksi administratif hingga penghentian pasokan (skorsing) harus dijatuhkan jika ditemukan pelanggaran distribusi yang sistematis.
Menanti Nyali Penegak Hukum
Kepercayaan publik terhadap sistem distribusi energi kini berada di titik nadir. Warga Kuantan Singingi kini menanti langkah nyata dari aparat penegak hukum dan instansi terkait. Mereka tidak butuh janji manis di atas kertas, melainkan ketegasan agar hak masyarakat umum tidak dirampas oleh kepentingan segelintir oknum.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola SPBU belum memberikan keterangan resmi terkait prioritas pengisian jerigen di tengah antrean panjang tersebut. (Red)

banner 325x300