banner 728x250
Berita  

Air Mata di Lapangan Voli Tanjung Simandolak: Kecewa,Tradisi Puluhan Tahun Terancam Punah

banner 120x600
banner 468x60

 

Kuantan Singingi, Mediamutiara.com Duka Idul Fitri di Tanjung Simandolak: Tradisi Voli Ditiadakan, Luka Budaya Menganga
Teriakan Kekecewaan dari Kedai Kopi Aben: Tradisi Voli Tanjung Simandolak 2025 Ditiadakan.

banner 325x300

Di tengah riuhnya suasana Idul Fitri, kesedihan mendalam menyelimuti Desa Tanjung Simandolak. Tradisi voli tahunan, yang telah menjadi jantung budaya desa selama puluhan tahun, tiba-tiba diumumkan ditiadakan pada tahun 2025.

Lukman Hakim, mantan pemain voli kebanggaan desa, tak kuasa menahan amarahnya di kedai kopi Aben, Tebing Tinggi.
Lapangan voli yang biasanya menjadi saksi bisu semangat dan kebersamaan warga Tanjung Simandolak, kini terancam sunyi. Tradisi yang selalu dinantikan setiap tahunnya, pertandingan voli pada hari ketiga Idul Fitri, tiba-tiba dihapus, meninggalkan luka mendalam di hati masyarakat.

Lukman Hakim, dengan suara bergetar, mengungkapkan kekecewaannya. ‘Tradisi ini bukan sekadar pertandingan voli. Ini adalah bagian dari identitas kami, warisan yang diturunkan dari generasi ke generasi,’ ujarnya. Hilangnya tradisi ini seperti mencabut akar budaya kami.’ Ia juga mempertanyakan alasan di balik keputusan ini, ‘Biasanya, masalah biaya selalu bisa diatasi. Saya tidak mengerti mengapa tradisi ini harus dihilangkan.

Tokoh masyarakat setempat, yang juga mantan pemain voli, menambahkan, ‘Kami sangat kecewa. Tradisi ini adalah momen silaturahmi yang sangat penting bagi warga desa, terutama bagi mereka yang merantau dan pulang kampung saat Idul Fitri. Ini adalah ajang untuk mempererat tali persaudaraan. Ia khawatir, hilangnya tradisi ini akan memutus hubungan antarwarga dan menghilangkan semangat olahraga di kalangan pemuda desa.

Tradisi pertandingan voli ini bukan hanya sekedar pertandingan olahraga, tetapi juga merupakan ajang silaturahmi antar warga desa. Dimana warga desa yang merantau akan pulang pada saat hari raya idul fitri, dan tradisi ini merupakan ajang pertemuan seluruh warga desa.

Di balik kekecewaan Lukman Hakim, tersembunyi kenangan indah tentang pertandingan voli di masa lalu. Ia ingat bagaimana seluruh warga desa, tua dan muda, berkumpul untuk menyaksikan dan mendukung tim kebanggaan mereka. Momen-momen seperti inilah yang membuat tradisi ini begitu berharga bagi masyarakat Tanjung Simandolak.

Para pemuda desa juga merasakan kehilangan yang mendalam. Bagi mereka, pertandingan voli adalah ajang untuk menunjukkan bakat dan kebolehan. Mereka khawatir, hilangnya tradisi ini akan menghilangkan semangat olahraga di desa mereka dan memutus harapan mereka untuk berprestasi.(**)

banner 325x300